Said Abdullah Apresiasi Pemerintah, Berhasil Tekan Defisit APBN Jadi 2,3 Persen

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengapresiasi pemerintah yang berhasil menekan defisit APBN 2024 dari 2,7 persen menjadi 2,3 persen, serta menilai capaian itu patut dihargai di tengah tekanan ekonomi global.

oleh Nayla ShabrinaDiperbarui 16 Juli 2025, 13:37 WIB
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengapresiasi kinerja pemerintah dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, khususnya karena berhasil menekan angka defisit dari 2,7 persen menjadi 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Saya memberikan apresiasi karena yang awal itu defisit 2,7 menjadi 2,3 persen. Padahal dalam nota APBN 2024, defisit itu 2,4, tapi pemerintah mampu menekan itu menjadi 2,3. Jadi bagi saya itu sesuatu yang patut diapresiasi,” ujar Said usai Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (15/7/2025).

Said juga mengapresiasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berhasil diraih pemerintah selama sembilan tahun berturut-turut. Namun, ia menyoroti adanya 18 rekomendasi dari BPK yang harus segera ditindaklanjuti untuk memperbaiki tata kelola.

“Kita mengapresiasi pemerintah yang sembilan tahun berturut-turut WTP, ada 18 rekomendasi BPK. Walaupun itu bukan temuan material, tapi menyangkut tata kelola yang harus diperbaiki,” tambahnya.

Ia menyebut, seluruh rekomendasi tersebut akan diperdalam dalam Panitia Kerja (Panja) perumus kesimpulan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh pemerintah.

“Terhadap 18 rekomendasi dari BPK akan diperdalam dalam Panja perumus kesimpulan agar pemerintah bisa melaksanakan berbagai rekomendasi itu secepatnya,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

 

Tantangan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparannya menjelaskan bahwa pelaksanaan APBN 2024 menghadapi tantangan global yang luar biasa, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga El Nino.

Meski demikian, APBN tetap menunjukkan resiliensi, menjaga pertumbuhan ekonomi di angka 5,03 persen dan inflasi di level 1,6 persen.

Rapat kerja tersebut digelar dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (RUU P2 APBN) Tahun Anggaran 2024.

Infografis Presiden Prabowo Luncurkan Danantara. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya