Fluminense vs Chelsea: Laga Spesial buat Thiago Silva

Dua kemenangan lagi menuju takhta dunia. Chelsea dan Fluminense akan saling berhadapan di babak semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 07 Juli 2025, 09:23 WIB
Thiago Silva merayakan sukses Fluminense mengalahkan Al Hilal di perempat final Piala Dunia Antarklub 2025. (CHANDAN KHANNA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Dua kemenangan lagi menuju takhta dunia. Chelsea dan Fluminense akan saling berhadapan di babak semifinal Piala Dunia Antarklub 2025. Pertarungan antara wakil Eropa dan jagoan Amerika Selatan ini akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada Rabu (9/7) pukul 02.00 WIB.

Chelsea datang sebagai unggulan kuat dari Inggris. Setelah menyingkirkan Palmeiras di perempat final berkat gol Cole Palmer dan gol bunuh diri Agustin Giay, The Blues siap melanjutkan tren positif mereka sejak mengangkat trofi Conference League. Pelatih Enzo Maresca ingin mempersembahkan gelar kedua musim ini.

Fluminense juga tak kalah percaya diri. Thiago Silva dan kawan-kawan baru saja memupus harapan Al Hilal berkat kemenangan 2-1 yang dramatis. Gol cantik Martinelli dan penyelesaian dingin dari Hercules membawa Tricolor melangkah ke semifinal, menjaga mimpi mereka untuk menjadi raja dunia tetap hidup.


Chelsea Kian Percaya Diri di Bawah Maresca

Pemain Chelsea merayakan gol yang dicetak Christopher Nkunku ke gawang Benfica pada laga 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 di Bank of America Stadium, Minggu (29/6/2025) pagi WIB. (Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Performa Chelsea di Amerika Serikat sejauh ini cukup impresif. Setelah menang atas Benfica dan Palmeiras, mereka kini berada di jalur yang tepat untuk kembali ke final, seperti yang mereka capai pada edisi 2021 lalu. Saat itu, Chelsea juga menaklukkan Palmeiras untuk mengangkat trofi.

Meski sempat menelan kekalahan dari Flamengo di fase grup, The Blues mendapatkan undian yang relatif bersahabat. Mereka terhindar dari lawan-lawan kuat Eropa lainnya, dan kini tinggal mengatasi Fluminense untuk kembali ke partai puncak.

Enzo Maresca perlahan mengubah wajah Chelsea sejak periode sulit di pertengahan musim. Kini, mereka punya komposisi skuad yang dalam, mental juara, dan semangat baru. Reuni dengan Thiago Silva menambah nuansa emosional, tapi target mereka tetap sama, yakni trofi kedua musim ini.


Fluminense dan Misi Mewakili Amerika Selatan

German Cano (Fluminense) merayakan gol pembuka timnya dalam laga babak 16 besar Club World Cup antara Inter Milan dan Fluminense di Charlotte, North Carolina, 30 Juni 2025. (AP Photo/Nell Redmond)

Fluminense tampil sebagai satu-satunya wakil Amerika Selatan yang tersisa. Meski bukan tim terbaik di Brasil musim lalu—mereka hanya finis empat poin di atas zona degradasi—Tricolor menunjukkan ketangguhan luar biasa sepanjang turnamen ini.

Dengan skema tiga bek yang dipimpin sang kapten Thiago Silva, lini belakang Flu tampil solid. Mereka hanya kebobolan satu gol di babak kedua sepanjang turnamen ini. Di lini depan, Jhon Arias dan German Cano menjadi senjata utama, didukung oleh super-sub Hercules yang tajam.

Lanjut Baca:

Kemenangan atas Inter Milan dan Al Hilal menjadi bukti mental juara Fluminense. Meski tak diunggulkan, mereka tahu cara menyakiti lawan di momen-momen krusial. Dua kemenangan lagi, dan mereka bisa mencetak sejarah sebagai juara dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya