Liputan6.com, Pekanbaru - Puluhan pembalap memacu kendaraan di lintasan drag bike Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai Pekanbaru. Terlihat pula Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menggeber motor 2 tak di garis start.
Jenderal bintang 2 itu bersiap menghadapi mantan pembalap kenamaan Kota Bertuah, Agung Nugroho yang kini menjadi Wali Kota Pekanbaru. Begitu hitungan sampai ketiga, keduanya menarik gas hingga ke garis finis.
Advertisement
"Kapolda Riau yang menang," kata pembawa acara pada balapan rangkaian Hari Bhayangkara, Minggu malam, 29 Juni 2025.
Irjen Herry menceritakan bagaimana dia mengalahkan Wali Kota Pekanbaru yang waktu mudanya malang melintang di lintasan balap. Menurut Herry, ada teknik yang digunakan sebelum naik ke sepeda motor.
"Saya tahu, wali kota ini juara dari dulunya, sebelum turun dari panggung saya berbisik, kalau saya kalah, saya tidak akan dukung lagi kegiatan di Rumah Tuan Qadi (kegiatan budaya di pinggir Sungai Siak)," seloroh Herry.
Herry menceritakan, drag bike merupakan cara Polda Riau, khususnya Direktorat Lalu Lintas, menekan balapan liar di Pekanbaru. Komunitas serta pemuda ataupun remaja yang sering memacu kendaraan secara ilegal di jalan disediakan tempat khusus.
"Ini akan terus dilakukan, 2 pekan sekali akan dilakukan di sini," kata Herry.
Kehadiran pemuda, remaja dan ragam komunitas motor di Pekanbaru dalam drag bike diharap dapat memberikan makna kebersamaan dan berhijrah. Pembalap liar diharap bertransformasi ke arah lebih baik menyalurkan bakatnya secara legal.
"Semoga melahirkan pembalap- pembalap handal di Pekanbaru," harap Herry.
Selain Herry, Wakil Kapolda Riau Brigadir Jenderal Andrianto Jossy Kusumo juga memacu kendaraan melawan Kapolresta Pekanbaru. Eks petinggi Densus 88 Anti Teror itu mencatatkan waktu lebih cepat.
*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Wujudkan Zero Balap Liar
Selain Herry, Wakil Kapolda Riau Brigadir Jenderal Andrianto Jossy Kusumo juga memacu kendaraan melawan Kapolresta Pekanbaru. Eks petinggi Densus 88 Anti Teror itu mencatatkan waktu lebih cepat.
Sejalan dengan peringatan Hari Bhayangkara, balapan ini hanya menerima peserta 79 pembalap. Mereka berlaga kelas profesional 20 pembalap dan pemula atau amatir 59 pembalap.
Drag bike Bhayangkara ke-79 bukan sekadar adu kecepatan, tetapi juga menjadi wadah edukatif untuk menanamkan disiplin, etika, dan keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau Komisaris Besar Taufiq Lukman Nurhidayat menambahkan, event ini adalah bentuk nyata Polantas hadir memberikan solusi dan ruang positif bagi anak-anak muda yang gemar otomotif.
"Lewat Bhayangkara drag bike ini, kami berikan ruang yang aman, legal, dan positif bagi anak-anak muda, ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan zero balapan liar," tegasnya.
Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta bersama komunitas motor membacakan ikrar bersama serta menandatangani komitmen bersama. Kegiatan dimeriahkan atraksi freestyle motor yang memukau para penonton.