Penjualan Mulai Lesu, BYD Pangkas Produksi Kendaraan di China

Produsen mobil terbesar di China, BYD dilaporkan memperlambat produksinya di Tiongkok. Hal tersebut, dikarenakan meningkatnya persedian di tengah diskon besar untuk 22 modelnya

oleh Arief AszhariDiperbarui 26 Juni 2025, 16:05 WIB
Ruang display dealer BYD Harmony nampak megah dan mewah.

Liputan6.com, Jakarta - Produsen mobil terbesar di China, BYD, dilaporkan memperlambat produksi di Tiongkok. Hal tersebut karena meningkatnya persedian di tengah diskon besar untuk 22 modelnya.

Disitat dari Carnewschina, BYD membatalkan shift malam di fasilitas produksinya, dan memangkas kapasitas hingga sepertiga di beberapa pabrik.

Selain itu, produsen Negeri Tirai Bambu ini juga menangguhkan rencana untuk mendirikan jalur produksi baru.

Pada Mei 2025, BYD memangkas harga untuk 22 modelnya, sebesar 53 ribu yuan. Tindakan tersebut, disebabkan oleh meningkatnya persedian mobil di dealer.

Bahkan, jaringan dealer besar di Tiongkok timur menghentikan operasinya sebagian karena masalah ini.

Meskipun menerapkan strategi harga yang cukup agresif, namun persediaan di pasar terus bertambah. Akibatnya, BYD memperlambat produksi di dalam negeri.

Menurut China EV DataTracker, BYD menjual sebanyak 1.151.919 unit kendaraan pada Januari hingga Mei 2025, naik 11 persen dari tahun ke tahun.

Volume ekspor perusahaan mencapai 374.200 unit pada periode yang sama, naik 112 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Namun, data Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok (CAAM) menunjukkan, bahwa pertumbuhan produksi BYD melambat menjadi 0,2 persen pada Mei tahun ini.

Survei Dealer di China

Menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Dealer Otomotif Tiongkok pada Mei 2025, dealer BYD memiliki persediaan rata-rata selama 3,21 bulan.

Jumlah ini merupakan yang tertinggi di antara semua merek di Tiongkok, dengan rata-rata 1,38 bulan. Jadi, persediaan menjadi ancaman nyata bagi jaringan penjualan BYD di Tiongkok.

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya