Desain Mandiri Jogja Marathon 2025, Ramah Pelari dan Lingkungan

MJM 2025 menjadi momentum positif memperkuat ekosistem sport tourism, mendorong praktik keberlanjutan, dan menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

oleh Kukuh SetyonoDiperbarui 23 Juni 2025, 08:43 WIB
Peserta fun run 5K di ajang MJM 2025 saat dilepas Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Candi Prambanan, Minggu (22/6/2025). (Kukuh Setyono)

Liputan6.com, Sleman - Mulai tahun ini Mandiri Jogja Marathon (MJM) didesain tak hanya menyediakan rute yang ramah dan nyaman ke pelari, tetapi juga mengajak mereka ramah lingkungan. Lewat pelacakan dan penghitungan emisi karbon perjalanan, setiap pelari mendapatkan kesempatan menembusnya dengan transaksi pembelian pohon.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menegaskan MJM 2025 menjadi momentum positif memperkuat ekosistem sport tourism, mendorong praktik keberlanjutan, dan menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Kita ingin keberlanjutan ini menjadi tema utama dalam strategi jangka panjang pelaksanaan MJM 2025 yang sudah didesain hingga 2029. Selain menikmati rute di sekitar Candi Prambanan yang perlu kita lestarikan, kita ingin peserta turun menjaga keasrian semua kawasan,” katanya usai mengikuti kategori fun run 5K, Minggu (22/6/2025) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desain keberlanjutan lingkungan ini merunut pada komitmen Bank Mandiri mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Untuk mencapai NZE, Bank Mandiri mengurangi emisi dari kegiatan operasionalnya dan menyalurkan pembiayaan yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Darmawan menyatakan secara operasional target NZE Bank Mandiri ditargetkan tercapai paling telat 2030. Karenanya itulah pihaknya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehadiran energi baru terbarukan (EBT) dengan mengajak komunitas.

“Meskipun kecil-kecil dan tersebar di banyak tempat, namun gerakan ini akan berdampak besar dan kita akan terus mendorong ke depan,” paparnya.

Bank Mandiri juga menghadirkan program Looping for Life, kampanye keberlanjutan yang mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan, dan mengikutsertakan pegawainya mendonasikan pakaiannya untuk didaur ulang.

Dari program ini, terkumpul 600 Kg pakaian yang diolah menjadi 1.650 meter kain ramah lingkungan, menghemat 6,7 juta liter air, dan menekan emisi karbon setara 25 ton CO₂.

Salah satu program pengurangan emisi karbon yang diterapkan di MJM 2025, mengajak peserta lari melacak serta menghitung karbon yang dikeluarkan selama perjalanan mereka di aplikasi Livin’ by Mandiri. Hasil perhitungan bisa digunakan untuk menebus pembelian pohon Alpukat dan Aren di Jember, Jawa Timur untuk meningkatkan ekonomi petani lokal.

"Program ini menjadi bukti MJM 2025 bukan hanya ramah pelari, tetapi juga ramah lingkungan,” tegas Darmawan.

MJM 2025 Diikuti 9.200 Pelari dalam 4 Kategori

Dirut Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menegaskan MJM 2025 memperkuat ekosistem sport tourism, mendorong praktik keberlanjutan, dan menghadirkan nilai tambah perekonomian daerah. (Kukuh Setyono)

Terselenggara ketujuh kalinya sejak 2017, MJM 2025 di Candi Prambanan bertema ‘Accelerate Your Limit, Embrace The Culture’ dengan peserta di kategori marathon sebanyak 807 pelari, half marathon (2.445), 10K (2.858) dan fun run 5 K (2.090).

Terbagi dalam rute yang dirancang bersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS), MJM 2025 mengajak pelari menikmati alam pedesaan 18 desa di Sleman.

SEVP Corporate Relations Bank Mandiri M. Wisnu Trihanggodo, menegaskan MJM tidak hanya menjadi sarana kompetisi olahraga dan promosi budaya, melainkan juga bagian dari strategi keberlanjutan korporasi yang berdampak nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.

“MJM akan menjadi ajang lari tahunan yang siap mengakselerasi peran sport tourism sebagai motor pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat komitmen Bank Mandiri terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG),” terangnya.

Wisnu memaparkan MJM menjadi ajang tahunan yang membawa dampak positif terhadap ekonomi lokal. Berbagai program telah dijalankan sebelum dan sesudah pelaksanaan antara lain Mandiri Sahabat Desa, Mandiri Peduli Kesehatan, dan aksi Bersih Mandiri.

Ketiga program bertujuan mendorong inklusi sosial, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan secara nyata.

“MJM 2025 akan terus kembangkan desainnya dan diharapkan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia Tenggara,” pungkas Wisnu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya