Israel Larang Warganya Tinggalkan Tel Aviv? Ini Fakta Sebenarnya

Benarkah Israel larang warganya tinggalkan negaranya? Simak fakta dan penjelasan lengkapnya terkait larangan perjalanan bagi warga Israel di sini.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 18 Juni 2025, 13:13 WIB
Ilustrasi Israel. (brgfx/Freepik)

Liputan6.com, Tel Aviv - Israel telah melarang warganya terbang ke luar negeri, dengan alasan masalah keamanan menyusul meningkatnya permusuhan dengan Iran.

Menurut Haaretz yang dikutip Rabu (18/6/2025), pemerintah Israel menginstruksikan maskapai penerbangan domestik untuk tidak mengizinkan warga negara Israel menaiki penerbangan keluar. Alasannya, karena kekhawatiran meningkat atas potensi serangan balasan Iran di bandara Israel.

Bandara Ben-Gurion, pintu gerbang internasional utama Israel, telah ditutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut." Keputusan tersebut dilaporkan berasal dari kekhawatiran di antara pejabat keamanan atas risiko kepadatan penumpang dan kemungkinan jatuhnya banyak korban jika Iran membalas dengan menargetkan bandara.

Menteri Transportasi Israel Miri Regev mengumumkan tindakan tersebut, dengan menyatakan: "Kami tidak akan menyetujui keberangkatan warga Israel ke luar negeri pada tahap ini." Dia mengklarifikasi bahwa hanya warga negara non-Israel—seperti diplomat dan turis—yang saat ini diizinkan meninggalkan negara tersebut.

 

Rencana Pemulangan Warga Israei di Luar Negeri

Ilustrasi Israel. (AFP Photo/Thomas Coex)

Menteri Transportasi Israel Miri Regev juga mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mempersiapkan operasi untuk memulangkan lebih dari 100.000 warga negara Israel yang saat ini terlantar di luar negeri, dan berjanji bahwa proses tersebut akan dilakukan "secara bertahap dan terencana".

Namun, kebijakan tersebut telah memicu reaksi keras.

Benny Gantz, kepala partai Persatuan Nasional Israel dan anggota kabinet perang, mengecam pernyataan Regev, dengan menulis di X: "Seorang wanita tua yang sedang menunggu operasi; seorang janda muda yang meninggalkan anaknya di Israel untuk berduka sendirian—mereka hanyalah dua dari ribuan orang yang perlu pulang. Tugas Anda, Menteri, bukanlah untuk menghakimi tetapi untuk memastikan kepulangan mereka dengan selamat."

Adapun pembatasan perjalanan tersebut menyusul serangan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya di bandara Mashhad Iran. Sementara Iran belum membalas terhadap infrastruktur penerbangan Israel, serangan Israel telah meningkatkan kekhawatiran bahwa bandara sekarang dapat dilihat sebagai target yang sah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya