Kondisi Terkini Bocah yang Ditemukan Terlantar di Pasar Kebayoran Baru: Masih Proses Pemulihan

RS Polri Kramat Jati telah melakukan operasi terhadap bocah perempuan berinisial MK (7) yang diduga menjadi korban penganiayaan dan penelantaran oleh orangtuanya di kawasan Pasar Kebayoran Lama.

oleh Tim NewsDiterbitkan 16 Juni 2025, 11:02 WIB
Korban pelecehan seksual mantan rektor Universitas Pancasila, D dan RZ usai menjalani tes psikologi forensik di RS Polri. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - RS Polri Kramat Jati telah melakukan tindakan operasi terhadap bocah perempuan berinisial MK (7) yang diduga menjadi korban penganiayaan dan penelantaran oleh orangtuanya di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Operasi dilakukan karena korban mengalami patah tulang di bagian lengan akibat kekerasan.

"Alhamdulillah kondisi (korban) post operasi tulang lengan kanan, sudah bisa miring ke kanan dan miring ke kiri," ungkap Kabag Humas RS Polri Kramat Jati AKBP Firdaus, saat dikonfirmasi Senin (16/6/2025).

Meskipun demikian, MK hingga kini masih menjalani proses perawatan pasca operasi. Saat ini korban tengah menjalani tahapan pemulihan.

"Kondisi secara keseluruhan masih proses pemulihan," terang dia.

RS Polri telah menerima korban pasca dirujuk dari RSUD Kebayoran Lama. Pada pemeriksaan awalnya, bocah malang itu mengalami luka serius di sekujur tubuhnya dan alami gizi buruk.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa kondisi medis serius, antara lain patah tulang pada lengan kanan, dugaan infeksi tulang, gizi buruk, anemia berat dan bekas luka bakar di area wajah," ucap Wakil Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes dr. Erwin Zainul Hakim kepada wartawan, Minggu 15 Juni 2025.

 

Terima Rujukan

RS Polri Kramatjati (Liputan6.com/ Moch Harun Syah)

Erwin menerangkan, bocah tersebut ditangani RS Polri setelah menerima rujukan dari RSUD Kebayoran Lama, Kamis (12/6). Di RS Polri, sebanyak enam dokter menangani korban di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Erwin menegaskan pihaknya akan menangani korban hingga maksimal.

"Upaya maksimal yang kita bisa berikan adalah sekarang dari perawatan intensif di PICU, dan kami dari Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri atas arahan pimpinan telah menyiapkan hampir 6 dokter secara berkolaborasi, untuk perawatan ini bisa maksimal," ucap Erwin.

Pada saat penanganan awal, katanya dokter yang menangani berfokus pada perbaikan kondisi umum pasien. Lalu dilanjutkan dengan mengambil tindakan operasi patah tulang bila nantinya kondisi bocah M sudah stabil.

 

Ditangani Secara Bertahap

Mengenai kondisi yang dialami korban nantinya juga akan ditangani secara bertahap.

"Pihak rumah sakit masih terus memantau perkembangan kondisi pasien dan akan memberikan update selanjutnya sesuai prosedur," tutur dia.

 

Reporter: Rahmat Baihaqi

Sumber: Merdeka.com

Infografis Daftar Penyedia Layanan Konsultasi Korban Kekerasan Seksual. (Trisyani/Liputan6.com)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya