Francisco Conceicao, 25 Tahun setelah Hat-trick sang Ayah ke Gawang Jerman

Kemenangan ini menjadi istimewa karena menandai kemenangan pertama Portugal atas Jerman sejak penyisihan grup Euro 2000.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 05 Juni 2025, 09:44 WIB
Francisco Conceicao dari Portugal merayakan gol pembuka di laga semifinal Nations League kontra Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu, 4 Juni 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Portugal kembali menunjukkan jati diri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa. Dalam laga semifinal UEFA Nations League melawan tuan rumah Timnas Jerman, tim asuhan Roberto Martinez sempat tertinggal lebih dulu sebelum bangkit di babak kedua. Dua gol dari Francisco Conceicao dan Cristiano Ronaldo memastikan kemenangan 2-1 sekaligus tiket ke final.

Laga yang berlangsung di Allianz Arena ini menjadi panggung bagi dua generasi bintang Portugal. Winger 22 tahun Juventus, Francisco Conceicao, mencetak gol penyeimbang hanya beberapa menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Tak lama kemudian, Ronaldo memastikan kemenangan lewat gol ke-137 untuk negaranya.

Kemenangan ini menjadi istimewa karena menandai kemenangan pertama Portugal atas Jerman sejak penyisihan grup Euro 2000. Kala itu, ayah Francisco, Sergio Conceicao, mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-0 yang kini menjadi bagian dari sejarah besar sepak bola Portugal.


Francisco dan Jejak Sergio Conceicao

Pelatih AC Milan asal Portugal, Sergio Conceicao, bereaksi selama pertandingan semifinal Supercoppa Italiana antara Juventus dan AC Milan di Taman Al-Awwal di Riyadh, Sabtu dini hari WIB (4-1-2025). (Fayez NURELDINE/AFP)

Dua puluh lima tahun lalu, Sergio Conceicao (yang kini menjadi pelatih dan terakhir menangani AC Milan) menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Jerman. Kini, putranya, Francisco, menghidupkan kembali kenangan itu dengan cara yang mengesankan. Golnya di menit ke-63 menjadi titik balik pertandingan dan mengantar Portugal ke final Nations League.

Francisco mengungkapkan rasa bangganya usai pertandingan. “Saya sangat bangga, terutama karena saya membantu tim mencapai final, yang memang menjadi tujuan utama kami,” katanya, seperti dilansir UEFA.com. “Ayah saya mencetak hat-trick 25 tahun lalu dan itu adalah kemenangan terakhir Portugal atas Jerman. Saya bangga atas apa yang telah dilakukan ayah saya dan atas apa yang kami capai hari ini.”

Aksi Francisco tak hanya bernilai emosional, tapi juga teknis. Masuk dari bangku cadangan, dia membawa perubahan nyata di sisi kanan serangan Portugal. Keberanian dan kecepatannya membuat lini belakang Jerman kewalahan dalam menjaga ritme permainan.


Dominasi Jerman yang Terbentur Karakter Portugal

Cristiano Ronaldo ketika mencetak gol untuk Portugal ke gawang Jerman pada semifinal UEFA Nations League hari Kamis (05/06/2025) dini hari WIB. (Alexandra BEIER / AFP)

Jerman memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan tekanan konstan. Mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya, tapi Diogo Costa tampil solid di bawah mistar Portugal. Dia menggagalkan peluang emas dari Leon Goretzka dan Nick Woltemade, menjaga skor tetap 0-0 hingga jeda.

Lanjut Baca:

Keunggulan akhirnya diraih Jerman pada menit ke-48 melalui gol Florian Wirtz. Umpan manis dari Joshua Kimmich—yang merayakan penampilan ke-100 bersama timnas—diselesaikan Wirtz dengan dingin. Gol tersebut menjadi klimaks dari dominasi Jerman sejak menit awal. Namun, semua berubah selepas menit ke-60. Portugal tampil lebih agresif dan percaya diri. Dari hanya dua peluang matang, mereka mencetak dua gol dalam tempo enam menit yang membalikkan skor dan jalannya laga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya