Francisco Conceicao, 25 Tahun setelah Hat-trick sang Ayah ke Gawang Jerman

Kemenangan ini menjadi istimewa karena menandai kemenangan pertama Portugal atas Jerman sejak penyisihan grup Euro 2000.

Diperbarui 05 Juni 2025, 09:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keunggulan akhirnya diraih Jerman pada menit ke-48 melalui gol Florian Wirtz. Umpan manis dari Joshua Kimmich—yang merayakan penampilan ke-100 bersama timnas—diselesaikan Wirtz dengan dingin. Gol tersebut menjadi klimaks dari dominasi Jerman sejak menit awal.

Namun, semua berubah selepas menit ke-60. Portugal tampil lebih agresif dan percaya diri. Dari hanya dua peluang matang, mereka mencetak dua gol dalam tempo enam menit yang membalikkan skor dan jalannya laga.

Ronaldo Tetap Tajam, Portugal Dekatkan Gelar Kedua

Gol kemenangan Portugal dicetak oleh sosok yang tak pernah absen dari sorotan: Cristiano Ronaldo. Berawal dari kerja sama apik Nuno Mendes dan Bruno Fernandes, bola disodorkan ke Ronaldo yang tanpa ragu menceploskan bola ke gawang. Skor berubah menjadi 2-1.

Itu adalah gol ke-137 Ronaldo untuk Portugal, menambah daftar panjang rekornya di level internasional. Meski tak lagi muda, Ronaldo tetap menjadi penentu saat dibutuhkan. Malam itu, dia menjadi simbol perpaduan pengalaman dan ambisi tim.

Dengan kemenangan ini, Portugal hanya tinggal satu langkah lagi untuk menjadi negara pertama yang dua kali menjuarai UEFA Nations League. Mereka akan menghadapi pemenang antara Spanyol atau Prancis di partai final pada Minggu mendatang.

Man of the Match dan Masa Depan Francisco Conceicao

UEFA menganugerahi Francisco Conceicao gelar Man of the Match. Penghargaan ini tak datang begitu saja—kecepatan, keberanian, dan kreativitasnya membuat perbedaan besar. Dia menjadi sosok yang membangkitkan semangat rekan-rekannya saat situasi sempat sulit.

Penampilan ini menjadi bukti bahwa Francisco bukan sekadar 'anak dari Sergio'. Dia adalah pemain muda berbakat yang pantas mendapat tempat di skuad utama Portugal. Dalam laga krusial, dia menunjukkan bahwa mentalitas dan kualitasnya sudah matang.

Jika ini awal dari masa depan Francisco di timnas, maka Portugal boleh bernafas lega. Jejak sang ayah diteruskan dengan gaya berbeda, tapi dampak yang sama besar. Sebuah malam yang menandai lahirnya bintang baru untuk Selecao.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan