Liputan6.com, Jakarta Lokananta, studio rekaman legendaris yang berdiri sejak 1956 di Solo, kini menjelma menjadi pusat ekonomi kreatif yang dinamis setelah direvitalisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), bagian dari Holding BUMN Danareksa.
Tak lagi hanya berfungsi sebagai pabrik piringan hitam dan studio musik, Lokananta kini menjadi ruang kolaborasi lintas industri yang menyatukan seni, budaya, teknologi, dan komunitas kreatif dalam satu ekosistem.
Advertisement
Dengan fasilitas baru seperti creative & commercial hub, ruang pertunjukan, galeri, dan area publik, transformasi Lokananta menjadi simbol kebangkitan warisan budaya yang berpadu dengan inovasi.
Proyek revitalisasi ini juga mempertahankan lebih dari 57 ribu kekayaan intelektual musik Indonesia, sekaligus menjawab tantangan industri kreatif di era digital.
Komitmen PPA dan Danareksa Dorong Ekonomi Kreatif
Revitalisasi Lokananta merupakan bagian dari strategi PPA untuk mengoptimalkan aset negara yang memiliki nilai historis dan potensi ekonomi besar.
Direktur Investasi PPA Ridha Farid Lesmana menyatakan, Lokananta adalah contoh nyata bagaimana aset milik negara yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini menjadi "engine of growth" bagi ekonomi kreatif dan generasi muda.
"Transformasi ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden RI untuk mengembangkan sektor ekonomi kerakyatan. Dengan menjadikan Lokananta sebagai titik tumpu pertumbuhan baru, Holding BUMN Danareksa dan PPA menegaskan komitmen jangka panjang dalam mendukung pelaku industri kreatif lokal," katanya, Rabu (4/6/2025).
Bintang Muda Lokananta: Menumbuhkan Talenta Musik Baru
Salah satu inisiatif unggulan dalam transformasi ini adalah program Bintang Muda Lokananta, yang dirancang untuk menjaring dan membina musisi muda dari berbagai daerah.
Program ini berhasil menjaring 188 peserta dan memilih lima musisi terpilih untuk mengikuti proses mentoring, workshop, dan rekaman langsung di studio Lokananta.
Kelima musisi tersebut—Man Osman dan The Skit dari Solo, Risti Panjali dari Madiun, serta Korekayu dan Sandstorm of Youth dari Yogyakarta—menjadi bagian dari Album Kompilasi Bintang Muda Lokananta Vol.1, menandai babak baru regenerasi musik Indonesia dari akar komunitas.
195 Kegiatan Kreatif, Rp22 Miliar Ekonomi Sirkuler
Sejak relaunch pada Juni 2023, Lokananta telah menjadi tuan rumah lebih dari 195 kegiatan ekonomi kreatif, mulai dari festival musik, pameran seni, pelatihan, hingga kolaborasi UMKM.
Keberadaan Lokananta mampu menciptakan dampak ekonomi nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja, meningkatnya kunjungan wisata budaya—lebih dari 600 ribu pengunjung tercatat—hingga menggerakkan ekonomi sirkuler senilai Rp22 miliar.
Demografi pengunjung pun menunjukkan 87,4% berasal dari kelompok usia 20-35 tahun, menandakan posisi strategis Lokananta sebagai ruang ekspresi generasi muda.
Ke depan, PPA dan Danareksa akan terus mengembangkan kemitraan strategis dengan industri musik, rumah produksi, dan platform digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional secara berkelanjutan.