BBM di Bengkulu Langka, Pertamina Minta Maaf

PT Pertamina Patra Niaga memohon maaf atas kelangkaan BBM yang terjadi di Bengkulu. Ini terjadi lantaran belum bisa bersandarnya kapal pengangkut BBM di Pelabuhan Pulau Baai, yang disebabkan pendangkalan alur pelayaran.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiperbarui 27 Mei 2025, 14:16 WIB
Petugas SPBU melayani pengendara mobil di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Battery Swapping Station SPBU Pertamina, MT. Haryono, Jakarta, Senin (7/11/2022). Sejak pemerintah resmi menaikkan harga BBM mulai dari pertalite, solar dan pertamax, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai alternatif kendaraan kembali ramai dibicarakan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Patra Niaga memohon maaf atas kelangkaan BBM yang terjadi di Bengkulu. Ini terjadi lantaran belum bisa bersandarnya kapal pengangkut BBM di Pelabuhan Pulau Baai, yang disebabkan pendangkalan alur pelayaran.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, kondisi ini terjadi sejak April 2025, dan belum dilakukan pengerukan oleh pihak terkait.

"Pasca pendangkalan alur masuk dermaga di Pelabuhan Pulau Baai, kapal yang mengangkut BBM untuk Bengkulu tidak bisa sandar. Sehingga stok di Terminal BBM Bengkulu terkendala," jelas Heppy, Selasa (27/5/2025).

Mengatasi hal tersebut dan memastikan BBM tetap tersalurkan ke masyarakat Bengkulu, Pertamina melakukan berbagai langkah dan percepatan. Untuk memastikan suplai dan distribusi BBM tetap berjalan di Bengkulu.

Pertama, dengan melakukan alih suplai BBM dari Terminal BBM Lubuk Linggau ke Terminal BBM Teluk Kabung. Lalu pada Selasa (27/5/2025) juga ditambahkan suplai dari Terminal BBM Panjang, Lampung.

 

Jarak Tempuh dari Terminal BBM

Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Kamis (30/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Namun, pengalihan ini juga memakan waktu tidak sedikit. Lantaran jarak tempuh dari Terminal BBM Teluk Kabung dan Terminal BBM Panjang hampir sekitar 26 jam untuk PP dari terminal BBM ke SPBU.

"Meskipun jarak tempuh dari titik suplai alternatif ini lebih jauh dan cukup berat, Pertamina tetap berkomitmen agar distribusi BBM untuk masyarakat Bengkulu tetap berjalan," imbuh Heppy.

Berikutnya, Pertamina juga melakukan penambahan 11 unit mobil tanki, menambah waktu pelayanan Terminal BBM Lubuk Linggau, Terminal BBM Teluk kabung dan Terminal BBM Lampung, hingga peningkatan distribusi melalui kereta api dengan dukungan dari PT KAI (Persero).

 

Pengerukan Pelabuhan

Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga berkala Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi dengan menurunkan harga Pertamax Series dan Dex Series. (Foto: Pertamina)

Lebih lanjut, Heppy berharap pengerukan pelabuhan/dermaga Pulau Baai dapat segera dilakukan oleh pihak terkait. Sehingga pasokan BBM ke masyarakat Bengkulu dapat segera normal kembali.

"Kami memahami kondisi ini berat bagi masyarakat Bengkulu, namun kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk pemenuhan BBM masyarakat Bengkulu," pungkas dia.

Infografis Tuntutan dan Alasan Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya