Kebahagiaan Bu Elok di Pekanbaru, Anaknya Bakal Menjadi Siswa Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengecek pembangunan Sekolah Rakyat di Pekanbaru yang rencananya akan mulai aktif pada Juli nanti.

oleh M SyukurDiterbitkan 29 Mei 2025, 14:00 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Riau berbincang dengan orangtua yang anaknya akan menjadi siswa di Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Tangis haru Elis Suharti pecah ketika rumah semi permanennya kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Ibu paruh baya di Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru itu, diberi kabar bahwa anaknya Rival Ali Andika menjadi salah satu calon peserta didik di Sekolah Rakyat.

Rival sebentar lagi menamatkan sekolah dasar di Pekanbaru. Elis yang sehari-hari dipanggil Bu Elok harus memutar otak mencari jenjang sekolah berikutnya di tengah serba keterbatasan karena suaminya sudah tidak mampu bekerja lagi.

"Saya bersyukur anak saya menjadi siswa nantinya di Sekolah Rakyat, bisa meringankan beban keluarga," katanya, Selasa pagi, 27 Mei 2025.

Sehari-hari Bu Elok bekerja serabutan. Terkadang, Bu Elok membawa sayuran yang diberikan pedagang di pasar untuk dijual kembali di depan rumahnya. Terkadang mencuci baju tetangga ataupun mencincang buah sawit untuk dijadikan brondolan.

"Ya gimana lagi, bapak (suami) tidak bisa bekerja lagi (sakit), beruntung sekali ada Sekolah Rakyat ini," Bu Elok berurai air mata.

Rival merupakan anak keempat dari Bu Elok dan suaminya. Rival ingin memanfaatkan kesempatan menimba ilmu di Sekolah Rakyat untuk meraih cita-citanya dan memperbaiki keadaan keluarga.

"Ingin menjadi tentara," katanya.

Kota Pekanbaru, Riau, saat ini tengah membangun dan mempersiapkan Sekolah Rakyat di Sentra Abhisekha Kementerian Sosial. Jika tak aral melintang, Sekolah Rakyat mulai aktif dengan 2 rombongan belajar.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Niat Mulia

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Riau berbincang dengan orangtua yang anaknya akan menjadi siswa di Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/M Syukur)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau lokasi pada Senin pagi. Dia sempat berbincang dengan sejumlah orang tua calon siswa di Sekolah Rakyat untuk jenjang sekolah menengah pertama.

"Awalnya ada 2 rombongan belajar, 1 rombongan belajar ada 25 siswa nanti," katanya.

Gus Ipul, begitu sapaan akrabnya, menyebut Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto memuliakan orang kecil dengan pendidik layak. Gagasan ini sudah dipersiapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 8.

Seleksi dilakukan oleh pembimbing Program Keluarga Harap (PKH) secara ketat. Kategorinya adalah keluarga termasuk miskin ektrem dan miskin.

"Di Riau ini miskin ekstrem sudah tidak ada lagi, keluarga kurang mampu ada, harus masuk," katanya.

Bagi anak keluarga kurang mampu yang punya penyakit ataupun disabilitas tetap masuk. Syaratnya harus disehatkan melalui program di Kementerian Sosial oleh pembimbing PKH.

Gus Ipul menjamin Sekolah Rakyat sisi kualitas guru, kurikulum dan pengelolaan. Semua pihak mulai dari lintas kementerian hingga pemerintah daerah terlibat dan bisa diawasi oleh siapa saja.

"Ada Kementrian Pendidikan untuk kurikulum, ada Kementrian Pekerjaan Umum untuk sarana dan prasarana serta pemerintah daerah," katanya.

Ditanggung Negara

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid menyebut pihaknya tengah mempersiapkan bangunan lain untuk Sekolah Rakyat sehingga nantinya di Bumi Lancang Kuning ada ribuan warga tertampung.

Seleksi ketat bukan mencari anak pintar tapi memang keluarga yang berhak karena faktor ekonomi. Sekolah dengan sistem asrama ini sepenuhnya dibiayai pemerintah sehingga orangtua tidak memikirkan biaya lagi.

Abdul Wahid mengaku bangga mempersiapkan Sekolah Rakyat dan tidak ingin menunda-nunda pelaksanaannya. Apalagi ini niat baik Presiden menyekolahkan rakyat tidak mampu.

"Saya memimpin rapat langsung, bangga diberi tugas ini, harus terlaksana karena banyak manfaatnya," tegasnya.

Dengan sistem asrama, orangtua tidak perlu khawatir jika ingin melepas rindu dengan anaknya nanti. Kapan saja anak boleh dikunjungi di asrama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya