Liputan6.com, Jakarta Venus kerap disebut sebagai kembaran bumi karena memiliki ukuran, massa, kepadatan, komposisi, dan gravitasi yang mirip. Dalam tata surya, Venus adalah planet kedua dari matahari dan merupakan tetangga terdekat bumi selain Mars.
Planet Venus sering disebut sebagai "bintang fajar" atau "bintang senja" karena penampakannya yang sangat terang di langit, terutama sebelum matahari terbit atau sesudah matahari terbenam. Venus adalah planet yang sangat cerah dan tampak seperti bintang yang bersinar terang di langit malam.
Advertisement
Namun, mengapa Venus bisa tampak sangat bersinar terang di langit meski planet seharusnya tidak memancarkan cahaya sendiri seperti bintang? Melansir laman EarthSky pada Kamis (22/05/2025), Venus adalah objek paling terang ke-3 di langit setelah matahari dan bulan.
Saat ini, Venus bersinar di langit malam dengan magnitudo sekitar -4,1, yang artinya sangat terang, lebih terang daripada bintang mana pun. Jarak antara Venus dengan bumi cukup dekat dalam orbit mengelilingi matahari.
Namun, kedekatan ini bukan satu-satunya alasan mengapa Venus tampak begitu mencolok di langit malam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjelaskan fenomena tersebut.
1. Atmosfer yang Sangat Reflektif
Salah satu alasan utama mengapa Venus tampak sangat terang adalah atmosfernya yang sangat reflektif. Atmosfer Venus sangat tebal dan sebagian besar terdiri dari sekitar 96,5 persen karbon dioksida dan sekitar 3,5 persen nitrogen.
Atmosfer Venus juga mengandung awan padat dari asam sulfat. Awan-awan ini memantulkan sekitar 70 persen cahaya matahari yang mengenainya.
Fenomena ini menjadikan Venus sebagai salah satu objek paling reflektif di tata surya. Kemampuan memantulkan cahaya ini disebut albedo.
Venus memiliki albedo sekitar 0,7, sangat tinggi dibandingkan dengan objek langit lainnya. Dengan kata lain, sebagian besar cahaya yang mengenai Venus dipantulkan kembali ke luar angkasa.
Hal ini menyebabkan Venus tampak seperti bintang putih yang sangat terang di langit malam. Namun, atmosfer tebal ini juga menyebabkan efek rumah kaca ekstrem.
Meskipun Merkurius lebih dekat ke Matahari, suhu permukaan Venus jauh lebih panas, mencapai sekitar 465°C, menjadikannya planet terpanas di tata surya.
Dinamika Orbit Venus
2. Dinamika Orbit Venus
Faktor berikutnya adalah dinamika orbit Venus. Venus mengelilingi matahari dalam waktu sekitar 225 hari bumi.
Karena Venus berada di dalam orbit bumi, ia mengalami fase-fase seperti Bulan, mulai dari sabit hingga penuh (meskipun "penuh" jarang terlihat dari bumi karena berada di belakang matahari).
Venus tampak paling terang ketika berada dalam fase sabit besar dan berada dekat dengan bumi, yakni sekitar 38 juta kilometer jauhnya. Dalam posisi ini, diameter tampak Venus di langit membesar, dan meskipun hanya sebagian dari permukaannya yang tampak terang, ukurannya yang besar membuat total cahaya yang dipantulkan cukup signifikan.
Selain itu, saat Venus berada pada elongasi maksimum, posisi sudut maksimum dari matahari yang bisa mencapai sekitar 47 derajat. Planet ini terlihat selama beberapa jam setelah matahari terbenam sebagai "bintang senja" atau sebelum matahari terbit sebagai "bintang fajar".
3. Kemiringan Sumbu Rotasi Venus
Kemiringan sumbu rotasi Venus hanya sekitar 3,4 derajat, jauh lebih kecil dibandingkan bumi yang memiliki kemiringan sekitar 23,5 derajat. Kemiringan ini membuat variasi musim di Venus hampir tidak ada, tetapi juga memungkinkan planet ini tampak sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari matahari di langit saat terjadi inferior conjunction atau ketika Venus berada di antara bumi dan matahari.
Dalam kondisi ini, cahaya yang tersebar dari atmosfer Venus terkadang menghasilkan fenomena optik yang disebut ashen glow. Sebuah cahaya redup yang tampak di sisi gelap Venus.
Meskipun masih menjadi misteri dan diperdebatkan, fenomena ini memperkaya kesan visual Venus sebagai objek yang bersinar halus dan memikat.
(Tifani)