Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Thailand. Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Don Mueang Royal Thai Air Force Base, Thailand, pada Sabtu 17 Mei 2025 sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
Ini menjadi momen pertama kali Presiden RI datang ke Negeri Gajah Putih itu dalam 20 tahun terakhir.
Advertisement
"Indonesia dan Thailand memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin lama dan mendalam. Kita sudah berhubungan diplomatik 75 tahun. Dan kali ini adalah kunjungan Presiden Indonesia yang pertama dalam 20 tahun. Ini kehormatan bagi saya," tutur Presiden Prabowo Subianto di Thailand, Senin 19 Mei 2025.
"Hubungan kita sekarang sudah mencapai hubungan kemitraan strategis. Yang Mulia, konsultasi pemimpin yang pertama hari ini menjadi bukti kekuatan hubungan kita," sambung dia.
Kemudian, Prabowo bersama Perdana Menteri (PM) Thailand Paetongtarn Shinawatra menyaksikan secara langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Indonesia-Thailand dalam bidang kesehatan yang berlangsung di Government House, Bangkok.
MoU itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Kesehatan Thailand Somsak Thepsuthin, yang menandai semakin eratnya hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung 75 tahun.
"Baru saja kita menyaksikan tanda tangan MoU di bidang kesehatan untuk meningkatkan kerja sama kita, untuk sama-sama bisa meningkatkan kapasitas kita," tutur Prabowo.
Prabowo menilai, kerja sama di bidang kesehatan sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan bahaya pandemi baru yang akan terjadi.
"Dan hal ini sangat penting menghadapi kemungkinan-kemungkinan pecahnya pandemi-pandemi baru," ucap dia.
Selain itu, dalam kesempatan itu, Prabowo dan PM Thailand Paetongtarn Shinawatra berkomitmen mendorong gencatan senjata atas konflik yang terjadi di Palestina.
Berikut sederet fakta terkait Presiden Prabowo Subianto lakukan kunjungan kenegaraan ke Thailand dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Prabowo Sebut Kunjungan Perdana ke Thailand
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Thailand. Ini menjadi momen pertama kali Presiden RI datang ke Negeri Gajah Putih itu dalam 20 tahun terakhir.
"Indonesia dan Thailand memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin lama dan mendalam. Kita sudah berhubungan diplomatik 75 tahun. Dan kali ini adalah kunjungan Presiden Indonesia yang pertama dalam 20 tahun. Ini kehormatan bagi saya," tutur Prabowo di Thailand, Senin 19 Mei 2025.
"Hubungan kita sekarang sudah mencapai hubungan kemitraan strategis. Yang Mulia, konsultasi pemimpin yang pertama hari ini menjadi bukti kekuatan hubungan kita," sambungnya.
Prabowo mengatakan, Indonesia dan Thailand memiliki peran yang sangat penting sebagai negara anggota ASEAN. Sejumlah landasan kemitraan strategis di berbagai sektor pun dibahas.
"Termasuk sektor keamanan dan pertahanan, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi, dan isu-isu regional dan global," ucap dia.
Dalam kerja sama keamanan dan pertahanan, kata Prabowo, kedua negara membahas permasalahan kejahatan lintas negara, khususnya penipuan online, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga perdagangan narkotika.
"Saya ucapkan terima kasih atas langkah-langkah tegas Thailand dalam menangani hal-hal ini dan membantu Indonesia dalam mengembalikan warga negara Indonesia yang terkena," ucap Prabowo.
2. Antisipasi Pandemi Baru, Indonesia-Thailand Teken Kerja Sama Sektor Kesehatan
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Thailand Paetongtarn Shinawatra menyaksikan secara langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Indonesia-Thailand dalam bidang kesehatan yang berlangsung di Government House, Bangkok, Thailand, Senin 19 Mei 2025.
MoU itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Kesehatan Thailand Somsak Thepsuthin, yang menandai semakin eratnya hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung 75 tahun.
"Baru saja kita menyaksikan tanda tangan MoU di bidang kesehatan untuk meningkatkan kerja sama kita, untuk sama-sama bisa meningkatkan kapasitas kita," tutur Prabowo dalam konferensi pers.
Prabowo menilai, kerja sama di bidang kesehatan sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan bahaya pandemi baru yang akan terjadi.
"Dan hal ini sangat penting menghadapi kemungkinan-kemungkinan pecahnya pandemi-pandemi baru," tutur dia.
Selain sektor kesehatan, Prabowo juga memaparkan sejumlah bentuk kerja sama strategis lainnya yang akan diperkuat bersama Thailand. Kerja sama tersebut mencakup bidang pertahanan dan keamanan, ekonomi, pendidikan, hingga ketahanan pangan.
3. Indonesia-Thailand Dorong Gencatan Senjata di Palestina
Kemudian, dalam kesempatan itu, keduanya berkomitmen mendorong gencatan senjata atas konflik yang terjadi di Palestina.
"Di bidang internasional, regional, dan global, Indonesia dan Thailand menyatakan keprihatinan bersama dan komitmen untuk menangani isu-isu ini dengan baik. Kami mendorong gencatan senjata segera di Palestina," tutur Prabowo saat konferensi pers.
Prabowo menyatakan, Indonesia bersama Pemerintah Thailand mendorong kemudahan akses bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Selain itu, pembahasan krisis yang terjadi di Myanmar juga menjadi sorotan.
"Kami juga mendorong akses bantuan kemanusiaan, dan kembali menekankan proses perdamaian seharusnya melalui two-states solution. Kami juga membahas krisis yang sedang berlangsung di Myanmar," ucap dia.
"Indonesia mengapresiasi dan sangat menghargai peran konstruktif Thailand, khususnya dalam melibatkan negara-negara tetangga untuk mencari solusi damai di Myanmar dan memfasilitasi dialog antara semua pihak. Kami juga menegaskan pentingnya dialog nasional yang inklusif yang bisa mencapai perdamaian dan stabilitas di Myanmar," sambung Prabowo.
4. Sepakat Perkuat Kerja Sama Energi dan Ketahanan Pangan dengan Thailand
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Thailand dalam bidang energi dan ketahanan pangan, sebagai bagian dari upaya membangun aliansi kawasan ASEAN yang lebih solid dan tangguh.
"Kita sebagai negara anggota ASEAN memiliki peran yang sangat penting. Tadi kami membahas landasan kemitraan strategis di berbagai sektor, termasuk sektor keamanan dan pertahanan, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi, dan isu-isu regional dan global," tutur Prabowo.
Dalam bidang ketahanan pangan, Prabowo mengatakan bahwa kedua negara sepakat untuk memperkuat rantai pasok dan menjajaki peluang kemitraan dalam pengelolaan serta penyimpanan makanan melalui skema joint venture.
Sementara di sektor energi, pemerintah Indonesia menyambut baik peluang investasi dan kolaborasi dari entitas bisnis Thailand.
Prabowo menegaskan komitmen untuk kembali mengaktifkan Indonesia–Thailand Energy Forum tahun 2025 ini, sebagai platform dialog dan pertukaran teknologi antara kedua negara.
"Kami membuka kesempatan untuk entitas-entitas dari Thailand untuk berpartisipasi dalam sektor energi Indonesia. Dan kami juga akan membuka kembali Indonesia–Thailand Energy Forum tahun ini," jelas dia.
Selain ketahanan pangan dan energi, kedua pemimpin juga membahas isu strategis lainnya, termasuk keamanan kawasan, penanganan kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia, narkotika, dan penipuan daring, serta memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pertahanan.
5. Danantara Siap Jaring Investasi di Thailand
Lalu, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Thailand.
Dalam kunjungan resminya ke Bangkok, Presiden Prabowo menyatakan bahwa kedua negara akan segera menyelenggarakan First Joint Trade Commission sebagai forum strategis untuk memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi.
"Kami berkomitmen untuk menyelenggarakan First Joint Trade Commission dalam waktu dekat," ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, di Government House, Bangkok, dikutip dari Antara, Senin 20 Mei 2025.
Melalui komisi ini, Indonesia dan Thailand berupaya menghapus hambatan tarif dan nontarif, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru dalam industri halal dan sektor digital seperti fintech, e-commerce, dan infrastruktur.
Salah satu poin penting dalam pertemuan bilateral tersebut adalah rencana peningkatan kerja sama antar lembaga investasi, khususnya antara Thailand dan Danantara, lembaga pengelola investasi milik Indonesia.
"Kami akan meningkatkan kerja sama antara lembaga-lembaga investasi Thailand dan dengan Danantara," terang Prabowo.
Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat posisi Danantara di kancah investasi regional. Dengan keterlibatan aktif dalam forum investasi lintas negara, Danantara diharapkan mampu menjaring proyek-proyek bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis investasi asing yang produktif.
6. Thailand Sambut Baik Kolaborasi Ekonomi Bilateral
Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesiapan Thailand menjadi tuan rumah penyelenggaraan First Joint Trade Commission tahun ini.
Forum ini akan menjadi panggung penting untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam mencapai target peningkatan kerja sama ekonomi.
"Thailand siap menjadi tuan rumah dari pertemuan komite perdagangan pertama tahun ini," kata Paetongtarn.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat arus investasi dua arah untuk mencapai kemitraan ekonomi yang berkelanjutan.
Baik Indonesia maupun Thailand sepakat bahwa sektor swasta memainkan peran krusial dalam memperkuat fondasi ekonomi kedua negara. Oleh karena itu, kedua pemimpin negara mendorong pelaku usaha dari kedua pihak untuk aktif menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.
"Kami sepakat untuk meningkatkan investasi kedua negara dan telah menugaskan badan-badan terkait untuk secara aktif menjajaki peluang investasi lebih lanjut," kata Paetongtarn.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga investasi seperti Danantara, dan sektor swasta, kerja sama ekonomi Indonesia–Thailand diyakini akan mencapai level yang lebih tinggi, membuka jalan bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
7. Indonesia-Thailand Sepakat Perkuat Kolaborasi Multisektor
Perdana Menteri atau PM Thailand Paetongtarn Shinawatra menyambut hangat kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto di Government House, Bangkok, Senin 19 Mei 2025.
Kunjungan bersejarah itu tidak hanya menandai perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand, namun juga melahirkan tonggak penting dalam penguatan kemitraan strategis antar dua negara sahabat.
"Ini adalah kehormatan bagi saya untuk menyambut Yang Mulia Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia untuk kunjungan resmi pertamanya ke Thailand," tutur PM Paetongtarn dalam keterangan pers bersama Prabowo usai pertemuan, Senin 19 Mei 2025.
Pertemuan kedua pemimpin negara berlangsung dalam suasana yang hangat dan produktif. Mereka memimpin langsung 1st Leaders' Consultation, yang kedepannya akan menjadi mekanisme reguler pertukaran pandangan dan penguatan kerja sama bilateral.
"Presiden Prabowo dan saya telah memiliki diskusi yang konstruktif dan pada atmosfer yang bersahabat. Kami memimpin secara bersama 1st Leaders’ Consultation, dan ini akan menjadi mekanisme pertukaran pandangan reguler antara pemimpin Indonesia dan Thailand pada tahun-tahun yang mendatang," terang PM Thailand Paetongtarn Shinawatra.
Salah satu capaian utama dalam pertemuan tersebut adalah pengumuman pembentukan kemitraan strategis antara Indonesia dan Thailand.
Dalam aspek politik dan keamanan, kedua negara sepakat meningkatkan intensitas kunjungan tingkat tinggi serta memanfaatkan mekanisme bilateral yang telah ada.
Para menteri luar negeri masing-masing negara pun diminta menyiapkan rencana aksi kemitraan strategis agar hasil kerja sama bersifat konkret.
Selain itu, Thailand dan Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama industri pertahanan, pemberantasan kejahatan lintas batas seperti perdagangan manusia dan perjudian ilegal, serta kolaborasi di bidang keamanan lainnya. Sedangkan pada bidang ekonomi, kedua pemimpin sepakat meningkatkan volume perdagangan bilateral, investasi, dan pariwisata.
"Pada tahun 2024, volume perdagangan bilateral mencapai 18 miliar dolar Amerika. Tetapi memperhatikan besarnya market pasar dan keterhubungan kita ada banyak peluang untuk pertumbuhan yang juga akan bermanfaat bagi masyarakat kedua negara dan juga pada kawasan ASEAN yang lebih luas," ungkap PM Thailand Paetongtarn Shinawatra.