Indonesia Bisa Ekspor 2.000 Ton Beras per Bulan, Tapi Ada Syaratnya

Stok beras yang ada di gudang-gudang memang perlu dikeluarkan secara dalam batas waktu tertentu. Arus keluar-masuk beras dikatakan perlu diatur untuk menjamin kualitasnya.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 17 Mei 2025, 19:00 WIB
Pekerja saat bongkar muat karung berisi beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/9/2022). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan ada potensi Indonesia ekspor beras 2.000 ton per bulan ke negara tetangga. Namun, angka itu bisa dicapai setelah tingkat produksi beras sudah stabil di angka tertentu.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, peluang ekspor beras 2.000 ton per bulan masih terbuka. Asalkan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan produksi lokal dalam keadaan stabil.

"Ya kita tinggal hitung, kalau sekarang posisinya 3,7 juta ton (stok CBP), kemudian nanti produksinya bisa bertahan diatas 2,5 juta ton, kenapa enggak (untuk ekspor)," kata Arief di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dikutip Sabtu (17/5/2025).

Dia mengatakan, stok beras yang ada di gudang-gudang memang perlu dikeluarkan secara dalam batas waktu tertentu. Arus keluar-masuk beras dikatakan perlu diatur untuk menjamin kualitasnya.

"Kan beras ini bukan barang antik, beras ini kan harus dijaga-in-out-nya. Kita perlu me-refresh beras. Jadi jangan sampai beras yang sudah disimpan juga tidak dijaga refreshment stoknya," kata Arief.

"Jadi turnover-nya harus diatur dan kadar air 14 persen itu bisa tahan berapa lama dalam suhu Bulog yang hari ini, gudang Bulog-nya, kemudian market juga kita harus lihat. Jadi keseimbangan antara hulu sama hilir dijaga, kita monitor setiap hari sama-sama," imbuh Mantan Direktur Utama Holding BUMN Pangan itu.

 

Rencana Ekspor Beras ke Malaysia

Pekerja saat mengangkut karung berisi beras yang belum terpakai di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Kamis (18/3/2021). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Indonesia saat ini menguasai stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 3,7 juta ton. Dengan jumlah itu, Indonesia siap melakukan ekspor beras ke sejumlah negara, salah satunya Malaysia sebanyak 2.000 ton per bulan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, Kementan sudah berbicara langsung dengan Malaysia untuk mengeksekusi rencana ekspor beras tersebut.

"Pak Menteri (Pertanian, Andi Amran Sulaiman) juga sudah ketemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia. Intinya, kita punya standar begini harga segini, oke, oke, jalan," ujarnya dalam sesi kunjungan di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang, Kamis (15/5/2025).

 

Bantu Negara Tetangga

Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

"Enggak ada masalah. Karena kan memang ada negara-negara yang memang dari tahun ke tahun memang tidak bisa tidak impor. Nah itu kita layani," kata Sudaryono.

Namun, ia menambahkan, saat ini belum terjalin kesepakatan kontrak ekspor dari Indonesia ke Malaysia. Kementan juga masih menunggu perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Ini lagi lagi kita atur. Intinya mana kala presiden sudah kasih perintah, mana kala diperlukan, maka kita siap," ungkap Sudaryono.

 

Ekspor 2 Ribu Ton per Bulan

Pekerja menata tumpukan karung berisi beras di Gudang RPC Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Sabtu (22/2/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dalam pertemuan dengan pihak Malaysia, rencananya ekspor beras ke Negeri Jiran akan dilakukan secara bulanan. Dengan besaran mencapai 2.000 ton.

"Kemarin sih yang dibahas mungkin sekitar 2 ribu ton gitu lah per bulan. Karena kan Malaysia juga ngambil dari banyak tempat," ucap Sudaryono.Namun, kesepakatan antara Indonesia-Malaysia ini perlu ditindaklanjuti lebih dalam hingga ke level teknis.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya