Influencer Korea Minum ASI Ibu Filipina demi Konten, Tuai Kritik di Media Sosial

Seorang influencer Korea menuai kecaman setelah membeli dan meminum ASI ibu-ibu di Filipina demi konten YouTube.

oleh Benedikta Miranti T.VDiperbarui 17 Mei 2025, 17:39 WIB
Ilustrasi ASI. (Foto: Unsplash/Nikolai Chernichenko)

Liputan6.com, Manila - Seorang influencer asal Korea Selatan yang menetap di Filipina tengah menjadi sorotan dunia maya usai aksinya membeli dan meminum air susu ibu (ASI) dari para ibu menyusui lokal terungkap dalam program investigasi Crime Chief dari stasiun TV JTBC News pada 9 Mei 2025.

Aksinya dinilai melecehkan martabat perempuan dan mengeksploitasi kemiskinan demi konten.

Mengutip SCMP, Sabtu (17/5/2025), pria yang tidak diungkap identitasnya itu mengaku telah menjalani karier live-streaming selama lebih dari delapan tahun, dan telah mengunggah lebih dari 4.000 video di kanalnya—termasuk lebih dari 30 video khusus soal transaksi ASI.

Dalam video yang tersebar, sang influencer terlihat menghampiri para ibu menyusui di jalanan Filipina dan menawarkan 500 peso (sekitar Rp140.000) sebagai imbalan atas ASI mereka. Ia bahkan meminum langsung ASI tersebut di depan para ibu dan bayi mereka, dan dalam beberapa kasus, mencampurkannya dengan alkohol dalam format mukbang.

Yang lebih mengejutkan, ia kerap memberikan uang langsung kepada bayi alih-alih kepada sang ibu. Wajah para ibu dan anak juga ditampilkan tanpa sensor, memicu kekhawatiran soal pelanggaran privasi dan potensi eksploitasi seksual.

Dalam wawancara dengan JTBC, sang influencer membela dirinya dengan menyebut bahwa tindakannya bertujuan untuk membantu komunitas lokal.

"Saya hanya ingin mendukung para ibu dan anak mereka karena banyak dari mereka tidak memiliki pekerjaan. Saya seperti Santa Claus atau paman baik hati," katanya.

Ia juga mengklaim bahwa ASI dikonsumsinya demi kesehatan pribadi karena tubuhnya lemah, dan menyebut insiden ini sebagai "perbedaan budaya."

 

Tanggapan Polisi

Ilustrasi ASI ©Ilustrasi dibuat AI

Namun pembelaan tersebut tidak diterima baik oleh publik, termasuk oleh mantan Kepala Unit Investigasi Kriminal Internasional Kepolisian Metropolitan Seoul, Kim Eun-bae.

"Memberi uang langsung kepada bayi jelas merendahkan martabat ibu dan anak," ujar Kim.

"Tindakan seperti ini mendorong eksploitasi dan merusak citra Korea Selatan di mata dunia."

Kasus ini langsung memicu kemarahan publik, baik di Korea Selatan maupun internasional. Banyak yang menuduh sang influencer mempermainkan kemiskinan dan mengobjektifikasi perempuan demi popularitas.

"Ini lelucon yang keterlaluan. Berhenti mempermainkan orang miskin," tulis salah satu warganet.

"Bahkan pembunuh berantai pun mungkin tak akan bertindak seberani ini," komentar lainnya.

"Sebagai seseorang yang ingin tinggal di luar negeri dalam jangka panjang, saya sangat malu," tulis seorang pengguna lainnya.

Meskipun dalam budaya tertentu, seperti di Tiongkok, ASI terkadang dikonsumsi sebagai tonik kesehatan, praktik jual beli ASI secara tidak terkontrol memiliki risiko besar. Termasuk di antaranya penularan penyakit berbahaya seperti HIV dan hepatitis B.t.

Infografis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Mulai 2025 (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya