Liputan6.com, Doha - Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis (15/5/2025), Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mendekati kesepakatan atas syarat-syarat dalam negosiasi kesepakatan nuklir.
Dalam pernyataannya kepada para wartawan saat pertemuan bisnis di Doha, Qatar, Trump menggambarkan pembicaraan antara utusannya, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai negosiasi yang sangat serius demi perdamaian jangka panjang. Dia mengatakan pembicaraan terus mengalami kemajuan.
Advertisement
Namun, selama kunjungan empat harinya ke Teluk pekan ini, Trump menekankan bahwa aksi militer terhadap fasilitas nuklir Iran tetap menjadi kemungkinan jika negosiasi gagal.
"Iran sudah menunjukkan kesediaan awal menyepakati syarat-syaratnya: Mereka tidak akan membuat, saya menyebutnya secara bersahabat, debu nuklir," kata Trump dalam forum bisnis tersebut, seperti dilansir AP.
Tanpa memberikan rincian, dia memberi sinyal bahwa telah terjadi keselarasan yang semakin besar dengan syarat-syarat yang telah dia ajukan.
Suara Iran
Seorang penasihat politik, militer, dan nuklir utama untuk pemimpin tertinggi Iran pada Rabu (14/5) mengatakan kepada NBC News bahwa Iran siap menyingkirkan seluruh stok uranium yang telah diperkaya tinggi dan bisa digunakan untuk senjata, menyepakati hanya memperkaya uranium sampai ke tingkat rendah yang dibutuhkan untuk keperluan sipil, dan mengizinkan para inspektur internasional untuk mengawasi proses tersebut.
Ali Shamkhani menambahkan bahwa sebagai imbalannya, Iran menginginkan pencabutan segera semua sanksi ekonomi.
Namun, pada Kamis, beberapa jam setelah Trump mengatakan kedua pihak semakin dekat menuju kesepakatan, Araghchi mengatakan bahwa kemampuan Iran untuk memperkaya uranium tetap menjadi hak utama rakyat Iran dan garis merah dalam pembicaraan nuklir.
"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa membela hak-hak nuklir Iran — termasuk pengayaan — adalah prinsip fundamental," kata dia. "Ini bukan sesuatu yang bisa kami kompromikan, baik dalam wacana publik maupun dalam negosiasi. Ini adalah hak milik rakyat Iran dan tidak ada seorang pun yang bisa mencabutnya."
Tuntutan Sederhana yang Berkembang
Trump semula menuturkan bahwa tuntutannya sangatlah sederhana.
"Mereka tidak boleh punya senjata nuklir. Itu saja. Sangat sederhana," kata Trump. "Saya tidak perlu memberikan Anda 30 halaman rincian. Hanya satu kalimat. Mereka tidak boleh punya senjata nuklir."
Namun, pada Rabu Trump juga menginginkan Iran membuat konsesi-konsesi lain sebagai bagian dari kesepakatan.
"Iran harus berhenti mendukung terorisme, menghentikan perang-perang proksi berdarahnya, dan secara permanen serta dapat diverifikasi menghentikan upaya memperoleh senjata nuklir," kata Trump dalam pidato di sebuah pertemuan di Arab Saudi, perhentian pertama dalam lawatannya ke Timur Tengah. "Mereka tidak boleh punya senjata nuklir."