Candi Borobudur Masih Banyak Ditempeli Permen Karet, Wamenpar Sebut Kurangnya Sadar Wisata

Wamenpar menilai sadar wisata penting agar setiap destinasi wisata di Indonesia tetap berkelanjutan, tidak terkecuali Candi Borobudur.

oleh HenryDiterbitkan 15 Mei 2025, 19:00 WIB
Candi Borobudur Masih Banyak Ditempeli Permen Karet, Wamenpar Singgung Soal Kurangnya Sadar Wisata. (Liputan6.com/Henry)

Liputan6.com, Jakarta - Sadar Wisata atau Darwis termasuk cara ikut memelihara sekaligus melestarikan tempat wisata, bahkan membuat semakin banyak wisatawan datang ke tempat tersebut. Namun, menurut Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, sadar berwisata masih terasa kurang di Indonesia.

Ia kembali mengingatkan seluruh wisatawan menjunjung nilai sadar berwisata agar setiap destinasi di Indonesia tetap berkelanjutan dan tidak rusak, seperti halnya permukaan Candi Borobudur yang kini mengalami masalah karena ditempeli permen karet.

"Sadar wisata itu bukan hanya harus dimiliki pelaku di industri pariwisata, tapi juga kita secara umum. Masyarakat Indonesia juga harus punya sadar wisata dalam dirinya," kata Ni Luh saat ditemui usai mengikuti acara Ngoprek di kantor Kemenpar, Jakarta, Rabu, 14 Mei 2025.

Menanggapi permukaan Candi Borobudur yang ditempeli banyak permen karet, Ni Luh Puspa menekankan bahwa nilai sadar berwisata akan mendorong orang lebih menghargai peninggalan sejarah maupun budaya di destinasi wisata. Pemulihan destinasi harus dilakukan secara bersama-sama tanpa mengandalkan kelompok masyarakat lokal saja.

 

 

Gerakan Wisata Bersih

Tips Beli Tiket Candi Borobudur yang Bakal Dibanjiri Pengunjung di Lebaran 2025, Salah Satunya Pilih Jam Kunjungan yang Tepat.  foto: (dok.Instagram @borobudurpark/https://www.instagram.com/p/DB_FhnjvzL4/Henry)

Wamen Ni Luh menyatakan, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sudah bergerak melalui program unggulan, Gerakan Wisata Bersih (GWB). Tujuannya meningkatkan daya saing destinasi pariwisata Indonesia yang lebih aman dan sehat bagi wisatawan.

"Menjaga atau melakukan pemulihan itu juga bisa dilakukan secara bersama-sama, contohnya kenapa kita melakukan Gerakan Wisata Bersih, karena itu adalah cara kita mengaktifkan kembali kegiatan community base (berbasis komunitas)," terangnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga Candi Borobudur tetap lestari dengan menjaga sikap ketika berkunjung. "Soal itu (Borobudur yang ditempeli permen karet), saya ajak lagi, ayo kita semua sadar wisata. Kalau kita mau destinasi kita bagus, ya kita yang harus menjaganya," kata Ni Luh.

"Kalau tempatnya bagus dan bersih, pengunjung jadi betah dan bisa saja kembali datang lagi di lain kesempatan dan pengunjung jadi tambah banyak. Bukan cuma di Borobudur, tapi juga di tempat-tempat lainnya," tambahnya.

Membatasi Kunjungan ke dalam Candi

Perayaan Waisak 2024 di Candi Borobudur. (dok. InJourney)

Sebelumnya, Ni Luh juga sudah menekankan bahwa Candi Borobudur berada di bawah pengawasan Pemerintah Indonesia bersama UNESCO, dan dunia menaruh perhatian lebih terhadap keberlanjutan destinasi tersebut. Ia meyakini, adanya pengembangan yang terus dilakukan di sekitar candi oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) bisa mendukung jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi religi itu.

Diketahui ada lebih dari tiga ribu permen karet yang ditemukan pada permukaan Candi Borobudur. Situasi itu mendorong pemerintah membatasi jumlah kunjungan wisata ke dalam area candi.

Jumlah kunjungan dibatasi menjadi 1.200 kunjungan per hari. Tujuannya agar struktur candi tetap terjaga dari tekanan dan gesekan, serta menjaga kelestariannya.

Di sisi lain, Candi Borobudur tahun ini kembali jadi pusat perayaan Waisak di Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, melalui perayaan Waisak, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bakal membahas berbagai upaya bersama untuk mendorong agar Borobudur jadi pusat spiritualitas dan kebudayaan dunia.

Borobudur Diharapkan Jadi Tujuan Ziarah Umat Buddha

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Senin (12/5/2025) mengunjungi Kawasan Candi Borobudur, lokasi utama perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE. (Dok. Kemenbud)

Selain itu, Borobudur juga diharapkan bisa menjadi destinasi pilgrimage atau ziarah umat Buddha dari seluruh dunia. "Komitmen ini bukan hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat hari ini dan masa depan," kata Menbud dikutip dari Antara, Selasa, 13 Mei 2025.

Menbud menambahkan, tentunya dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah dalam merealisasikan harapan ini. Dengan begitu, ekosistem yang tangguh dan berkelanjutan dapat terwujud.

Menbud yang hadir di kawasan Candi Borobudur turut menegaskan kembali komitmen pemerintah sejalan dengan UU Pemajuan Kebudayaan no 5/2017, yaitu memajukan kebudayaan nasional dan melestarikan cagar budaya sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Fadli Zon menyampaikan arahan untuk memastikan agar umat Buddha yang mengunjungi Candi Borobudur bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan, khidmat, dan nyaman, selepas beribadah di candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

 

Infografis Kilas Balik Penyelamatan dan Pelestarian Candi Borobudur. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya