Puan Resmi Jadi Presiden Uni Parlemen Negara OKI, Usai Terima Penyerahan Keketuaan PUIC ke RI

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penyerahan keketuaan Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau forum Uni Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kepada Indonesia.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 14 Mei 2025, 19:24 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penyerahan Keketuaan PUIC ke Indonesia. Dengan begitu, maka Puan resmi menjadi Presiden Uni Parlemen Negara OKI. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penyerahan keketuaan Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau forum Uni Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kepada Indonesia

Dengan penyerahan tersebut, maka Puan resmi menjadi Presiden PUIC ke-19 untuk tahun ini. Adapun keketuaan PUIC ke-18 sebelumnya dipegang oleh Parlemen Negara Republik Pantai Gading. 

Penyerahan presidensi PUIC ini dilakukan dalam sesi Transition Ceremony of Presidency yang digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Serah terima palu sidang dari President Parliament of Cote D’Ivoire atau Ketua Majelis Nasional Republic Pantai Gading, Adama Bictogo. Pemberian palu sidang ini sekaligus menandakan DPR resmi menjadi Ketua PUIC dengan Puan sebagai pemegang presidensi.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota PUIC kepada Indonesia untuk memimpin PUIC,” kata Puan Maharani dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025).

“Ini sungguh suatu kehormatan bagi negara dan rakyat kami dalam mengemban amanat. InsyaAllah Indonesia akan menjalankan amanat sebaik-baiknya dalam membawa PUIC di tengah ketidakpastian global," lanjutnya

 

Apresiasi Kepemimpinan Pantai Gading

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang Komite Umum (General Committee) Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau konferensi Persatuan Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) (Istimewa)

Acara transisi kepemimpinan forum Uni Parlemen OKI ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PUIC Mouhamed Khouraicho Niass dan Deputi Sekjen PUIC Ali Asghad Mohammad Sonjani. 

Dalam kesempatan tersebut, Puan memberikan apresiasi atas kepemimpinan Ketua Majelis Nasional Republic Pantai Gading, Adama Bictogo selama satu tahun belakangan ini sebagai Presiden PUIC ke-18. Indonesia disebut sangat menghargai kontribusi Pantai Gading dalam memfasilitasi diskusi dan kerja sama antar negara anggota PUIC.

Menurut Puan, Pantai Gading menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan visioner dalam PUIC dengan menyelenggarakan konferensi di Abidjan yang berhasil menyatukan berbagai delegasi dari negara-negara anggota. 

“Indonesia berharap dapat melanjutkan kerja sama yang baik ini terutama dalam upaya untuk memperkuat parlemen negara-negara OKI dalam membangun peradaban dunia dan mewujudkan perdamaian global,” ungkap Puan.

 

Suarakan Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan pimpinan Dewan Legislatif Palestina, Mohammad Moussa Subeih Zeidan beserta rombongan di sela acara Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Puan menyatakan, Indonesia berkomitmen akan memperjuangkan sejumlah isu global yang berdampak pada negara-negara anggota OKI, termasuk dukungan untuk perjuangan kemerdekaan Palestina. 

"Penyelesaian konflik Palestina harus ditempuh melalui solusi yang adil dan memperkuat kerja sama antarnegara Islam,” ungkapnya.

“Indonesia akan terus mendorong upaya yang menekankan dialog konstruktif antara para pemangku kepentingan serta mengadvokasi pembentukan negara Palestina yang berdaulat dengan perbatasan yang diakui secara internasional," tambahnya.

Puan pun kembali menegaskan komitmen dan dukungan Indonesia kepada Palestina. Termasuk mendorong penguatan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik di Gaza dan sekitarnya.

“Indonesia juga mendorong komunitas internasional untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, guna mengurangi beban penderitaan akibat konflik yang terus berlangsung,” sebut Puan.   

Infografis Menanti Pertemuan Informal Puan Maharani dan Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya