Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut, memiliki program agar para pencuri dengan nilai di bawah 10 juta rupiah tidak dimasukan ke penjara tapi dibina di barak militer.
Program tersebut, katanya, akan mulai dicoba pada bulan Juni atau Juli.
Advertisement
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Pengukuhan Dewan Adat dilakukan di Alun–alun Talaga Manggung, Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga, Senin (12/5/2025).
“Kuring engke bulan Juni, bulan Juli, gaduh program sareng para bupati, nu maling laleutik di bawah 10 juta daripada dipenjara mending dibarak-militerkeun. (Saya nanti, bulan Juni, Juli, ada program bersama para bupati, yang maling kecil, di bawah 10 juta, daripada dipenjara mending dibarak-militerkan)” katanya, dikutip lewat siaran ulang saluran Dedi Mulyadi Channel.
“Engke aya kerja sama sareng Polda Jabar. Di Polri terkenal aya restorasi justice. (Nanti ada kerja sama dengan Polda Jabar. Di Polri terkenal ada restorasi justice),” imbuhnya.
Menurutnya, program tersebut bisa lebih efisien dibanding pemenjaraan. Beban biaya proses pidana bagi para pencuri 'kelas kecil' dipandang tak sebanding dengan nilai pencuriannya.
“Naon sababna? Biaya pemeriksaanna, biaya penyidikanna, penuntutanna, biaya sidangna, biaya penjarana, leuwih mahal dibanding nu dipalingna. (Apa sebabnya? Biaya pemeriksaan, biaya penyidikan, penuntutan, biaya sidang, biaya penjara, lebih mahal dibandingkan apa yang dicurinya),” jelas Dedi.
Dedi mengatakan, pemenjaraan kerap memperlebar jurang kemiskinan. Sementara, pembinaan di barak militer diharapkan bisa turut membantu mengurai permasalahan utama kasus-kasus pencurian kecil yakni kemiskinan.
“Mending keneh urang barak militerkeun, dididik sina kuli manggul, sina kuli macul, urang arahkeun supaya daek digawe. (Mending kita barak militerkan, dididik (jadi) kuli panggul, kuli pacul, kita arahkan supaya mau bekerja),” katanya.
“Lamun jelema leutik dipenjarakeun, malingna ukur maling hayam, pamajikanna eweuh nu ngusahakeun, rek timana usahana? budakna engke eweuh nu nyakolakeun, engke jumlah kemiskinan anyar bahkan leuwih loba tibatan materi nu dipalingna. (Kalau orang kecil dipenjara, malingnya hanya maling ayam, istrinya tidak ada yang menanggung, mau dari mana usahanya? anaknya nanti tidak sekolah, nanti jumlah kemiskinan baru bakal lebih banyak dibandingkan nilai materi yang dia curi),” katanya.