Zelenskyy Siap Bertemu Putin di Turki, Serukan Gencatan Senjata untuk Mulai Negosiasi Damai

Pernyataan Zelensky itu diunggah melalui akun X (sebelumnya Twitter), tidak lama setelah Donald Trump mendesak Ukraina untuk menyetujui tawaran Putin mengadakan perundingan langsung di Turki.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 12 Mei 2025, 10:08 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama wawancara dengan FOX News Channel di Washington, Jumat (28/2/2025). (Dok.  AP/Jose Luis Magana)

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan siap bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istanbul pada Kamis mendatang, guna membahas upaya mengakhiri perang.

Pernyataan Zelenskyy itu diunggah melalui akun X (sebelumnya Twitter), tidak lama setelah Donald Trump mendesak Ukraina untuk menyetujui tawaran Putin mengadakan perundingan langsung di Turki.

"Tidak ada gunanya memperpanjang pembunuhan. Saya akan menunggu Putin di Türkiye pada hari Kamis. Secara pribadi," tulis Zelenskyy, dikutip dari laman BBC, Senin (12/5/2025).

Sebelumnya, Zelenskyy telah menegaskan bahwa Ukraina terbuka untuk berunding, namun hanya jika terlebih dahulu diberlakukan gencatan senjata.

Seiring itu, negara-negara Barat juga mendorong terciptanya jeda pertempuran selama 30 hari, yang rencananya akan dimulai pada Senin. Usulan ini muncul setelah para pemimpin Eropa, yang memprakarsai "koalisi yang bersedia," bertemu di Kyiv pada Sabtu lalu.

Tawaran Putin untuk melakukan perundingan langsung datang sebagai respons terhadap inisiatif tersebut.

Pada Minggu, Trump melalui media sosial kembali menekankan bahwa Ukraina harus "segera" menerima tawaran itu. Ia berpendapat, negosiasi langsung dapat membantu memperjelas apakah perdamaian masih memungkinkan atau tidak.

"Setidaknya mereka bisa mengetahui apakah kesepakatan dapat tercapai. Jika tidak, para pemimpin Eropa dan Amerika Serikat akan memahami posisi sebenarnya dan dapat bertindak sesuai keadaan," tulis Trump. Ia pun menegaskan: "Adakan pertemuan, sekarang juga!"

 

Berharap Rusia Setujui Gencatan Senjata Penuh Sebelum Negosiasi

Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy adu mulut di Ruang Oval, Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025), saat membahas perang Ukraina-Rusia. (AP)

Dalam unggahan terpisah, Zelensky menambahkan bahwa ia berharap Rusia menyetujui gencatan senjata penuh sebelum negosiasi berlangsung.

"Kami menantikan gencatan senjata total dan berkelanjutan mulai besok, untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi diplomasi," ujarnya.

Sementara itu, dalam pidato larut malam pada Sabtu, Putin mengundang Ukraina untuk bergabung dalam "negosiasi serius" mengenai perang yang dimulai sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Putin mengatakan ia "tidak menutup kemungkinan" bahwa perundingan bisa menghasilkan kesepakatan gencatan senjata baru antara Rusia dan Ukraina. Namun, ia tidak memberikan tanggapan langsung atas seruan gencatan senjata 30 hari yang diajukan negara-negara Barat.

Menurut Putin, gencatan senjata baru akan menjadi langkah awal menuju perdamaian jangka panjang, bukan sekadar "prolog" untuk konflik baru setelah Ukraina memperkuat militernya dengan senjata dan personel tambahan.

Infografis Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya