Chandra Asri Kirim 200 Peserta Ikut Pelatihan Komcad, Ini Tujuannya

PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk mendukung pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).

oleh Septian DenyDiterbitkan 08 Mei 2025, 19:50 WIB
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk mendukung pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).

Liputan6.com, Jakarta PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk mendukung pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).

Melalui kerja sama ini, Chandra Asri Group akan mengikutsertakan 200 peserta dalam pelatihan Komcad sebagai bagian dari kontribusi sektor industri dalam menjaga kedaulatan Indonesia. 

Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan negara di mana warga sipil disiapkan untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan utama, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI). Calon peserta program pelatihan Komcad ini adalah mahasiswa Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB), sebuah institusi pendidikan vokasi di mana Chandra Asri Group merupakan salah satu mitra industri yang turut menggagas pendirian PIPB. 

“Partisipasi kami dalam pelatihan Komcad merupakan wujud sinergi antara sektor industri dan pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional. Kami meyakini bahwa ketahanan nasional bukan semata-mata tanggung jawab sektor pertahanan, tetapi juga memerlukan peran aktif dari masyarakat, termasuk dunia usaha," kata Commercial Vice President Director Chandra Asri Group Baritono Prajogo Pangestu dikutip Kamis (8/5/2025).

"Melalui kolaborasi pelatihan Komcad ini, Chandra Asri Group berharap dapat turut berkontribusi dalam menumbuhkan semangat bela negara di kalangan generasi muda, sejalan dengan misi perusahaan sebagai Mitra Pertumbuhan bagi Indonesia," lanjut dia.

Sementara itu, Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan RI Piek Budyakto menyampaikan apresiasinya atas komitmen Chandra Asri Group dan PIPB yang telah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab dalam memperkuat ketahanan nasional melalui keterlibatan dalam pelatihan Komcad.

"Pelibatan masyarakat, termasuk kalangan industri dan civitas academica, dalam program ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat bela negara serta memperkuat kesiapsiagaan nasional," ungkap dia.

Dengan inisiatif ini, Chandra Asri Group tidak hanya memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembentukan generasi muda yang berkarakter. Ke depan, perusahaan akan terus berkomitmen menjalin kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pembangunan nasional berkelanjutan.

Chandra Asri dan Glencore Rampungkan Akuisisi Shell di Singapura, Ini Manfaatnya

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dan Glencore resmi menyelesaikan proses akuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP), yang kini berganti nama menjadi Aster Energy and Chemicals Park di Singapura.

Akuisisi ini dilakukan melalui CAPGC Pte. Ltd., perusahaan patungan antara Chandra Asri Capital Pte. Ltd. (anak usaha Chandra Asri Group) dan Glencore Asian Holdings Pte. Ltd. (anak usaha Glencore). Kesepakatan ini diselesaikan melalui pembelian saham di Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd., anak usaha Shell Singapore Pte. Ltd.

Dengan akuisisi ini, Chandra Asri Group semakin memperkuat posisinya di industri energi, petrokimia, dan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara.

Fasilitas yang Diakuisisi

Aster Energy and Chemicals Park memiliki beberapa fasilitas utama yang sangat strategis. Salah satunya adalah kilang minyak dengan kapasitas pemrosesan 237.000 barel per hari yang berlokasi di Pulau Bukom, Singapura. 

Selain itu, terdapat Ethylene Cracker dengan kapasitas produksi mencapai 1,1 juta metrik ton per tahun yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri petrokimia. 

Di Pulau Jurong, terdapat juga aset kimia hilir yang mendukung distribusi dan produksi berbagai bahan kimia turunan. Semua fasilitas ini akan tetap beroperasi di bawah kepemilikan baru, dengan seluruh karyawan yang bekerja di lokasi tersebut tetap menjalankan tugas mereka seperti sebelumnya.

Tujuan dan Manfaat Akuisisi

Salah satu Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical (Sumber: www.chandra-asri.com)

Menurut Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra, akuisisi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia serta mendukung pertumbuhan industri kimia nasional. 

“Dengan memperluas jejak strategis melalui Aster, kami memastikan ketersediaan sumber daya vital bagi negara serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi jangka panjang dan daya saing global Indonesia,” kata Erwin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/4/2025).

Dampak Positif Industri Energi dan Petrokimia di Indonesia

Erwin menjelaskan Akuisisi ini membawa dampak positif bagi industri energi dan petrokimia di Indonesia. Salah satu manfaat utama adalah peningkatan ketahanan energi nasional, di mana Aster akan menjadi pemasok utama produk kilang dan petrokimia yang sangat dibutuhkan di dalam negeri. 

Dengan memiliki kilang sendiri, ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi, sehingga membantu meningkatkan stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, akuisisi ini juga akan memperkuat efisiensi rantai pasok antara Indonesia dan Singapura, terutama dalam distribusi bahan baku seperti naphta, serta produk-produk kilang seperti Pygas dan MTBE, dan bahan petrokimia seperti Ethylene, Propylene, dan Raff-1.

Dampak ekonomi dari akuisisi ini juga cukup signifikan. Keuntungan yang diperoleh dari Aster nantinya akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali ke Indonesia untuk mendukung pengembangan bisnis Chandra Asri Group. Selain itu, akuisisi ini juga akan menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja baru di Indonesia, terutama dalam operasional backend Aster.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya