Titiek Soeharto Beberkan Rencana Perum Bulog Akan Langsung di Bawah Presiden

Titiek Soeharto mengatakan Perum Bulog nantinya ditargetkan bisa membuat Indonesia kembali menjadi swasembada pangan seperti era Presiden Soeharto.

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 08 Mei 2025, 14:29 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto. (Delvira).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa titiek Soeharto mengungkapkan adanya Rancangan Undang-Undang (RUU)  tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang salah satunya berfokus pada transformasi Perusahaan Umum Bulog (Perum Bulog).

Adapun yang dimaksud transformasi tersebut adalah wacana agar Perum Bulog berada di bawah presiden langsung.

"Ke depannya jadi perubahan Rancangan Undang-Undang Pangan ini intinya ya transformasi Bulog. Bulog mau dikemanain gitu kelembagaannya," kata dia pada wartawan dikutip Rabu (7/5/2025).

"Insyaallah (di bawah Presiden)," sambungnya.

Titiek Soeharto mengatakan Perum Bulog nantinya ditargetkan bisa membuat Indonesia kembali menjadi swasembada pangan seperti era Presiden Soeharto.

"Dulu aja Bulog bisa berfungsi, bisa bikin kita swasembada, kenapa sekarang mesti terlalu banyak lembaga macam-macam," ungkap dia.

Politikus Gerindra ini mengungkapkan, RUU tersebut akan digodok secepat mungkin agar bisa segera swasembada pangan dan mengatasi masalah food waste.

"undang-undangnya harus ditata lagi. Tadi banyak usulan-usulan misalnya juga mengenai waste, terbuangnya food waste itu ya. Itu juga tuh, kan enggak diatur, ini harus diatur gitu bagaimana mengenai food waste ini karena terlalu banyak bisa triliunan per tahun yang terbuang karena si food waste itu," pungkasnya.

Stok Beras Bulog Tembus 3,5 Juta Ton, Pertama Kali dalam 57 Tahun

Stok cadangan beras pemerintah mencapai 3,5 juta ton di awal tahun 2025 ini. Pemenuhan stok CBP yang dikuasai Perum Bulog ini tanpa melalui impor.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencatat, stok beras Bulog mencapai 3.502.895 ton per 4 Mei 2025. Jumlah ini jadi yang tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

 "Ini pertama kalinya dalam 57 tahun terakhir, stok cadangan beras pemerintah menembus lebih dari 3,5 juta ton dalam periode Januari hingga Mei,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya, dikutip Senin (5/5/2025).

Selain mencetak rekor stok cadangan beras pemerintah tertinggi selama periode Januari–Mei, data historis menunjukkan lonjakan stok pada tahun 2025 juga tercatat sebagai yang tercepat sepanjang sejarah. Dari hanya 1,7 juta ton pada Januari 2025, stok cadangan beras melonjak drastis menjadi 3,5 juta ton per 4 Mei 2025, atau meningkat 1,8 juta ton tanpa impor hanya dalam waktu empat bulan.

Berdasarkan rekaman data stok cadangan beras pemerintah yang dimiliki Bulog sejak 1969, kondisi ini merupakan yang tertinggi selama 57 tahun, atau sejak Bulog dibentuk oleh Presiden Soeharto.

"Angka ini melampaui rekor sebelumnya pada Juni 1997 yang mencapai 3.029.049 ton, menjadikannya yang tertinggi sepanjang sejarah dalam periode yang sama,” papar Mentan Amran.

Sementara itu, serapan beras Bulog juga menunjukkan tren positif, dengan realisasi 1,06 juta ton hanya dalam satu bulan terakhir (April 2025), sehingga total 1,8 juta ton beras terserap dari Januari hingga awal Mei 2025. 

Tanpa Impor

Seluruh beras tersebut merupakan hasil serapan dari petani lokal, tanpa adanya impor beras medium selama periode Januari–Mei 2025. Angka serapan ini melampaui rata-rata serapan tahunan Bulog selama 57 tahun, hingga membuat Bulog perlu menyewa tambahan gudang berkapasitas 1,1 juta ton.

Di sisi lain, data BPS memproyeksikan produksi beras nasional akan menembus 18,76 juta ton hingga akhir Juni 2025 (berdasarkan Kerangka Sampel Area/Amatan Maret 2025).

Mentan Amran menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil nyata dari sinergi antara kebijakan yang tepat dan semangat pelaku sektor pertanian.

“Kita patut bersyukur dan bangga. Saat negara lain menghadapi krisis pangan, Indonesia justru surplus beras tanpa impor. Ini bukti bahwa ketika petani diberi dukungan penuh, hasilnya bisa luar biasa,” tegasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya