Erick Thohir Usul Subsidi Energi ke BUMN Dibayar Pakai Dolar AS

Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan agar pembayaran subsidi dan kompensasi untuk listrik dan BBM tidak hanya dilakukan dalam rupiah, tetapi juga sebagian dalam dolar AS.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 05 Mei 2025, 20:42 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: tangkapan layar/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan agar pembayaran subsidi energi dan kompensasinya kepada BUMN juga dilakukan dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, BUMN membutuhkan pasokan dolar untuk menjaga stabilitas keuangan.

Erick mengatakan, usulan tersebut telah dibahas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Keuangan, dengan respons yang dinilainya sangat positif.

“Kami di Kementerian BUMN mendorong sinergi dengan berbagai kementerian. Contohnya, kemarin bersama Kementerian ESDM dan Bu Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati), dan beliau sangat suportif,” ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Ia mengusulkan agar pembayaran subsidi dan kompensasi untuk listrik dan BBM tidak hanya dilakukan dalam rupiah, tetapi juga sebagian dalam dolar AS.

“Ketika kami mengusulkan, mungkinkah subsidi atau kompensasi itu sebagian dibayarkan dalam dolar AS? Ini lebih baik dibandingkan BUMN harus mencari dolar sendiri,” jelasnya.

Satu Ekosistem

Menurut Erick, hal ini memungkinkan karena BUMN, otoritas moneter, dan fiskal berada dalam satu ekosistem nasional.

“Toh kita ini satu keluarga besar—Bank Indonesia, Bu Menkeu, Pertamina, PLN. Kita semua bagian dari bangsa Indonesia. Dan Bu Menkeu sangat responsif terhadap usulan ini,” ujar Erick Thohir.

Ia menambahkan, mekanisme tersebut juga berpotensi membantu menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta mendukung kesehatan keuangan BUMN.

 

Dorong Efisiensi BUMN, Erick Tinjau Biaya Perjalanan dan Jumlah Komisaris

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bicara soal pertumbuhan ekonomi Indonesia (dok: Arief)

Sebelumnya, Erick Thohir juga menyampaikan rencana untuk meninjau efisiensi operasional BUMN. Langkah ini mencakup evaluasi terhadap biaya perjalanan dinas hingga kemungkinan pengurangan jumlah komisaris.

Hal ini akan dibahas bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani.

“Saya malam ini akan berdiskusi dengan Pak Rosan. Kami akan meninjau kembali operasional BUMN agar lebih efisien,” kata Erick.

Ia membuka peluang pemangkasan biaya perjalanan dinas serta pengurangan jumlah komisaris sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sedang membahas apakah efisiensi bisa dilakukan lewat pengurangan perjalanan dinas atau jumlah komisaris, sesuai arahan Bapak Presiden,” jelasnya.

 

Pengalihan Anggaran

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers mengenai pembentukan yayasan PSSI dan perwasitan Indonesia di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (22/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Erick menegaskan, efisiensi ini tidak berarti mengurangi dampak ekonomi, melainkan mengalihkan penggunaan anggaran agar lebih tepat sasaran.

“Efisiensi bukan berarti ekonomi menurun. Ini hanya pengalihan anggaran. Pemerintah butuh ruang untuk melakukan shifting anggaran, dan itu pasti melalui proses review,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo sebelumnya telah meminta agar jumlah komisaris di bank-bank Himbara dikurangi sebagai bagian dari langkah efisiensi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya