Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan Flyover atau Jalan Layang Sitinjau Lauik Tahap I. Jalan layang ini menghubungkan Kota Padang dan Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pembangunan infrastruktur ini menjadi komitmen dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat di Sumbar dalam mendukung pembangunan infrastruktur serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik Tahap I ditandai dengan peletakan batu pertama. "Pagi ini kita mulai pengerjaan Flyover Sitinjau Lauik I dan prosesnya memang masih akan sedikit panjang karena ada pembebasan lahan," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Padang, Sumbar, dikutip dari Antara Sabtu (3/5/2025).
Advertisement
Menteri PU mengatakan pembebasan lahan untuk proyek Flyover Sitinjau Lauik I tersebut termasuk di antaranya sekitar 10,1 hektare (ha) lahan milik masyarakat, dan diharapkan prosesnya dapat berjalan sesuai target.
"Target dari Gubernur tuntas paling lambat Juli 2025," ujarnya.
Sementara itu, untuk proses 8,6 ha lahan yang berupa hutan lindung, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menyurati Menteri Kehutanan untuk memulai proses pinjam pakai kawasan hutan.
Ia berharap selama pemerintah setempat baik itu provinsi maupun daerah menyelesaikan proses pembebasan lahan masyarakat, hendaknya urusan terkait pinjam pakai kawasan hutan juga bisa diselesaikan dalam kurun waktu yang sama.
"Sehingga dalam tahun ini juga bisa benar-benar memulai proses konstruksinya," harap dia.
Pembangunan proyek Flyover Sitinjau Lauik I ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 2,79 triliun. Proyek ini memiliki masa konsesi 12,5 tahun yang terbagi menjadi 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI asal Provinsi Sumatera Barat, Andre Rosiade mengatakan pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik sangat mendesak mengingat pentingnya keberadaan ruas jalan itu bagi masyarakat termasuk mendukung perekonomian di Ranah Minang.
Andre mengatakan pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik merupakan salah satu bentuk komitmen dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat di Sumbar dalam mendukung pembangunan infrastruktur serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Desain Tahan Gempa
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk lebih memperhatikan desain Flyover atau Jalan Layang Sitinjau Lauik yang akan menghubungkan Kota Padang dan Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) agar sesuai untuk daerah rawan gempa.
"Mengingat Sumbar merupakan daerah rawan gempa, jadi apapun yang dibangun termasuk infrastruktur besar seperti jembatan, jalan dan sebagainya harus sesuai dengan tata kelola yang ada," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Padang, Sumbar, Sabtu.
Ia mengatakan nantinya BPJN mendiskusikan terkait hal tersebut dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pihak-pihak terkait lainnya di Jakarta demi keamanan serta kesesuaian pembangunan.
Selain itu, Menteri PU juga meminta BPJN untuk menyiapkan rest area di Jalan Layang Sitinjau Lauik dengan turut mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar. Dengan kata lain mampu mendukung usaha mikro kecil dan menengah setempat.
"Jadi walaupun ini membuat sesuatu yang bagus, yang baru, namun masyarakat sekitar yang terdampak langsung projek ini jangan sampai kelaparan," jelasnya.
Mengurangi Kecelakaan
Secara umum, ia mengatakan pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik pada dasarnya memiliki tujuan agar masyarakat Sumbar dari waktu ke waktu dapat memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik.
Apalagi ruas jalan tersebut merupakan ruas utama untuk masuk ke Pelabuhan Teluk Bayur sehingga seharusnya mampu meningkatkan sisi perekonomian masyarakat Kota Padang dan sekitarnya.
Walaupun memang di sisi lain, ia mengakui adanya proyek pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik diawali dari upaya mengurangi kecelakaan yang selama ini sering terjadi di ruas jalan tersebut.
"Semoga pada tahun ini pembangunan konstruksi flyover benar-benar dapat terlaksana," ujarnya.