Gunung Ibu Berubah Status dari Siaga ke Waspada: Aktivitas Kegempaan, Letusan dan Lontaran Menurun

Aktivitas kegempaan mengalami penurunan, letusan masih terjadi namun dengan tinggi kolom erupsi yang lebih rendah.

oleh Dikdik RipaldiDiperbarui 02 Mei 2025, 14:43 WIB
Kondisi Gunung Ibu pada 29 April 2025. (Dok. Badan Geologi)

Liputan6.com, Bandung - Badan Geologi menyatakan penurunan tingkat aktivitas Gunung Ibu Level III Siaga menjadi Level II Waspada. Status gunung api di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dinyatakan turun pertanggal 1 Mei 2025 pukul 17.00 WIT. 

“Resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada),” disampaikan Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam laporannya di Bandung, Kamis, 1 Mei 2025.

Gunung Ibu dipantau secara intensif dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Desa Gam Ici. Wafid mengatakan, penurunan tingkat aktivitas ini didasarkan pada hasil pengamatan visual dan data peralatan pemantauan sejak Februari 2025. 

Aktivitas kegempaan mengalami penurunan, letusan masih terjadi namun dengan tinggi kolom erupsi yang lebih rendah, serta lontaran lava pijar yang kini hanya mencapai jarak sekitar 200 meter dari bibir kawah.

“Data pengukuran permukaan gunung menunjukkan beberapa tanda penurunan tekanan dari dalam gunung,” katanya.

Meski demikian, masyarakat di sekitar Gunung Ibu diimbau agar tetap waspada terhadap aktivitas vulkanik Gunung Ibu. Potensi bahaya yang masih dapat terjadi antara lain hujan abu vulkanik saat terjadi erupsi eksplosif, lontaran lava pijar, awan panas, serta aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ibu. 

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di radius bahaya dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Ibu akan terus disampaikan oleh instansi terkait untuk memastikan keselamatan bersama.

Keluarkan Rekomendasi

Sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung Ibu pada Level II (WASPADA), maka direkomendasikan:  

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki dan mendekati Gunung Ibu di dalam radius 2 km dan sektoral 3,5 km dari arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Penduduk yang berada di luar radius 2 km dan berada di luar sektoral 3,5 km harus meningkatkan kewaspadaan dengan tetap mematuhi arahan dari Pemerintah Daerah.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharap mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Ibu, terutama bila terjadi hujan lebat di bagian puncak. Karena dengan menumpuknya material di puncak Gunung Ibu, lahar yang berpotensi terjadi juga semakin besar.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ibu, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Tingkat aktivitas Gunung Ibu akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunung Ibu ini dianggap berlaku selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya