4 Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Kapuas

Dalam 5 bulan terakhir, bencana tanah longsor di Kalteng bukan kali pertama. Sebelumnya, pada Januari 2025 lalu tanah longsor juga terjadi di Desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas

oleh Marifka Wahyu HidayatDiperbarui 01 Mei 2025, 17:46 WIB
Ilustrasi upaya pencarian korban longsor menggunakan alat berat. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Palangka Raya - Bencana tanah longsor terjadi di area tambang emas, Desa Marapit, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Akibatnya, 4 orang tewas tertimbun longsor saat melakukan aktivitas penambangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Ahmad Saribi, membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan jika bencana tersebut terjadi pada Selasa (29/05/2025), tetapi pihaknya baru menerima laporan kejadian pada Kamis (1/5/2025).

"Saat kejadian, warga sedang menambang emas, kegiatan dilakukan siang hari dan kondisi saat itu sedang gerimis, kemudian tiba-tiba terjadi longsor dan menimbun empat pekerja tambang," ujar Saribi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati, terutama pekerjaan yang memiliki risiko tinggi seperti tambang emas. Sementara itu, dalam proses pencarian korban, para warga dan pekerja yang selamat menggunakan alat seadanya.

Adapun keempat korban yang meninggal tersebut yakni, Yunedi (46) asal Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas. Sementara tiga korban tewas longsor lainnya, yakni Gasi (48), Sarip (36), dan Padli (25) merupakan warga Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas.

"Evakuasi korban dibantu warga setempat, dan 4 korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," pungkasnya.

 

 

Kurun Waktu 5 Bulan Terakhir

Dalam 5 bulan terakhir, bencana tanah longsor di Kalteng bukan kali pertama. Sebelumnya, pada 22 Januari 2025 lalu tanah longsor juga terjadi di Desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas. Akibat kejadian itu, dua orang dilaporan hilang.

Kapolres Gunung Mas, AKBP Theodorus Priyo Santosa, mengatakan pada mulanya kedua korban sedang beristirahat di dalam pondok (gubuk) yang berada di lereng bukit saat hujan deras hingga terjadi longsor. Mereka yaitu Gadeonsin (57) dan Muladi (51) yang merupakan para pencari emas.

"Jadi itu betul ada 2 orang tertimpa longsor. Jadi yang longsor itu bukit ada pohonnya juga," ungkap Priyo Santosa, Jumat (24/01/2025) lalu.

Proses pencarian korban melibatkan 65 personel gabungan dari BPBD dan TNI-Polri. Namun, selama 7 hari proses pencarian, petugas belum membuahkan hasil dan terpkasa harus dihentikan karena faktor alam yang tidak mendukung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya