Liputan6.com, Jakarta - PT Xinfung Industry Indonesia meresmikan pembangunan pabrik baru di kawasan industri Subang Smartpolitan pada Rabu kemarin. Xinfung Industry Indonesia merupakan perusahaan manufaktur dan eksportir yang bergerak di bidang pewarnaan serat dan tops, serta benang mewah (fancy yarn). Entitas ini berada di bawah naungan Jiangsu Xinfang Technology Group China.
General Manager Jiangsu Xinfang Technology Group James Chen mengungkapkan, kKeputusan untuk berinvestasi di Indonesia didasari oleh ketersediaan pasokan tenaga kerja yang melimpah, budaya yang kondusif, lingkungan bisnis yang stabil, serta daya inovasi yang kuat.
Advertisement
"Kami memproyeksikan Indonesia akan menjadi pemain utama manufaktur dalam waktu dekat”. jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (1/5/2025).
James memaparkan bahwa Subang Smartpolitan dipilih sebagai destinasi investasi mereka karena lokasi yang strategis dan kelengkapan fasilitasnya.
Kedatangan investasi baru ini semakin membuktikan daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi global. Implementasi mesin operasional otomatis dan semi-otomatis oleh Xinfung Industry Indonesia diperkirakan akan menciptakan lebih dari 300 lapangan pekerjaan baru pada fasilitas tahap pertama.
Proyek ini juga berpotensi mentransfer pengetahuan teknologi baru yang dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja di masa mendatang.
Vice President Sales, Marketing & Tenant Relations Suryacipta Abednego Purnomo menjelaskan, setiap investasi membawa dampak positif terhadap Indonesia khususnya masyarakat Subang. Untuk diketahui, Suryacipta merupakan pengembang dan pengelola kawasan Subang Smartpolitan.
“Tidak melihat jumlah karyawan total, namun setiap satu orang yang dipekerjakan dapat menciptakan tiga lapangan kerja tambahan. Inilah yang disebut multiplier effect”. kata dia.
“Apalagi perusahaan ini akan produksi guna 100 persen ekspor, sehingga berkontribusi positif terhadap trade balance Indonesia. Sebagai kawasan industri tempat Xinfung Industry Indonesia bernaung, kita, Subang Smartpolitan siap dukung” pungkasnya.
Destinasi Utama Investasi Padat Karya
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Sri Bimo Pratomo dalam sambutannya menyampaikan, “Investasi yang dilakukan oleh PT Xinfung Industry Indonesia di Subang Smartpolitan ini memperkuat keyakinan kita bahwa Indonesia masih menjadi destinasi utama investasi global di sektor padat karya”.
“Kami berharap investasi ini akan menjadi model bagi investasi asing lainnya yang tidak hanya membawa modal tetapi juga pengetahuan, teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan serta sosial. Kami juga mendorong kolaborasi erat antara investor, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan vokasi agar tersedia tenaga kerja yang siap bekerja di lokasi industri baru termasuk di Subang ini” ungkapnya.
Investasi dalam pembangunan pabrik baru ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah, memacu pertumbuhan ekonomi wilayah, serta meningkatkan kualitas dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Langkah ini merupakan manifestasi dari visi PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta) dalam "Membangun Indonesia yang Lebih Baik" melalui setiap kegiatan usaha yang memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Alokasi Dana
Untuk diketahui, Jiangsu Xinfang Technology Group melakukan ekspansi ke Indonesia dengan komitmen untuk memperkuat rantai pasokan di lingkup Asia Tenggara, serta menjalankan fungsi sebagai penghubung dalam upaya meningkatkan pemahaman budaya dan relasi antara Indonesia dan Tiongkok.
Xinfung Industry Indonesia mengalokasikan investasi sekitar USD 30 juta untuk membangun fasilitas produksi fase pertama yang mencakup area seluas 4 hektare. Lebih lanjut, estimasi nilai investasi untuk pengembangan fase kedua dan fase ketiga diproyeksikan dapat mencapai hingga tiga kali lipat dari nilai investasi fase awal.
Pembangunan fase pertama ditargetkan selesai pada akhir 2025, diikuti dengan estimasi dimulainya operasional produksi penuh pada akhir Februari 2026. Fasilitas produksi ini nantinya akan menghasilkan berbagai varian fancy yarn yang menggunakan material dasar benang alami dan/atau benang yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Seluruh hasil produksi akan diekspor langsung ke negara-negara di Asia Tenggara meliputi Vietnam, Tiongkok, Thailand serta negara lain yang memerlukan produk tersebut.
Dengan menempatkan fasilitas produksi di Subang Smartpolitan yang memiliki aksesibilitas terhadap infrastruktur utama seperti Jalan Tol Trans Jawa, Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, diproyeksikan akan meningkatkan efisiensi produksi, logistik serta proses ekspor perusahaan secara signifikan.