Peduli Wamena, Kemensos Siap Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor

Sebanyak 2.524 warga terdampak banjir dan longsor di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka.

oleh Gilar RamdhaniDiperbarui 29 April 2025, 11:52 WIB
Warga yang terdampak banjir di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sosial (Kemensos) kirimkan bantuan untuk ribuan korban banjir dan longsor di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

"Bantuan segera dikirim dari Gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Senin (28/4/2025).

Adapun bantuan logistik yang akan didistribusikan, yakni Selimut sebanyak 400 lembar; tenda gulung 200 lembar; kids ware 200 paket; sandang dewasa 100 paket; dan sandang anak 70 paket. Kemudian, family kit 300 paket; makanan serta lauk siap saji masing-masing 300 paket; dan beras 1.000 kilogram. Total nilai bantuan bantuan ini mencapai Rp 382.198.697.

Warga yang terdampak banjir di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Berdasarkan data yang diimpun, bencana banjir dan longsor di Wamena terjadi akibat tingginya curah hujan dan kurang baiknya sistem drainase pada Jumat (25/4/2025). Sehingga menyebabkan debit air Sungai Baliem meningkat hingga merendam pemukiman warga serta fasilitas umum di 22 distrik.

"Selain banjir, longsor juga terjadi di dua distrik, yaitu Distrik Asotipo dan Distrik Ibele di Kabupaten Jawawijawa, Provinsi Papua Pegunungan," ungkap Gus Ipul.

Sebanyak 2.524 jiwa terdampak banjir dan longsor. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka.

Dinsos Terus Lakukan Pendataan Jumlah Korban dan Pengungsi

Warga yang terdampak tanah longsor di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Gus Ipul mengatakan, Dinas Sosial, Tim Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Papua Pegunungan dan pihak-pihak terkait masih terus melakukan pendataan terhadap kerugian material dan jumlah pengungsi.

"Medan yang sulit, termasuk akses yang terputus di beberapa wilayah barat dan genangan luas di kawasan Sungai Baliem, manjadi hambatan," ujar dia.

Warga yang terdampak banjir di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan, Bupati Jayawijaya telah menerbitkan penetapan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Jayawijaya terhitung mulai 25 April-8 Mei 2025. Bupati Jayawijaya juga membentuk Satgas Penanggulangan Bencana yang akan mengoordinasikan pendataan, distribusi bantuan, dan pengelolaan dapur umum.

Hingga kini, banjir masih menggenangi permukiman warga. Masyarakat yang terdampak pun masih mengungsi di rumah sanak saudara yang lokasinya lebih aman.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya