Liputan6.com, Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyelesaikan transaksi pembelian dua bidang tanah di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan total nilai Rp42,19 miliar.
Transaksi ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli Bersyarat (PPJB Bersyarat) yang telah ditandatangani Perseroan bersama PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) dan PT Sentra Sarana Karya (SSK) pada 27 Maret 2025.
Advertisement
Melansir keterbukaan informasi, Senin (28/4/2025) SILO menjelaskan lahan seluas total 2.306 meter persegi tersebut terletak di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Adapun rincian nilai transaksi adalah Rp23,89 miliar untuk lahan milik GMTD dan Rp18,3 miliar untuk lahan milik SSK.
Pihak Perseroan menilai pembelian ini sebagai langkah investasi jangka panjang guna menunjang pengembangan operasional Rumah Sakit Siloam Makassar (SHMK).
Dengan akuisisi lahan ini, SHMK dapat memaksimalkan penggunaan area serta memperluas fasilitas penunjang rumah sakit, sejalan dengan strategi bisnis yang telah disetujui oleh manajemen.
SILO memastikan seluruh tahapan transaksi telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk memperoleh Pendapat Kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dasa’at, Yudistira dan Rekan (KJPP DYR), yang menyatakan transaksi ini dinilai wajar. Pembayaran atas objek transaksi pun telah dilunasi sesuai ketentuan dalam perjanjian.
Direksi dan Dewan Komisaris SILO juga menegaskan transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan seluruh informasi material telah diungkapkan secara transparan kepada publik. Selain itu, karena nilai transaksi hanya 0,48% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material berdasarkan POJK No.17/POJK.04/2020.
Pembelian ini dilakukan antara entitas yang memiliki hubungan afiliasi, mengingat GMTD dan SSK merupakan anak usaha dari PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yang juga pemegang saham utama SILO dengan kepemilikan tidak langsung sebesar 29,09%.
Siloam Raup Pendapatan Rp 7,06 Triliun hingga September 2024
Sebelumnya, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), jaringan rumah sakit swasta di Indonesia, mengumumkan kinerja keuangan dan operasional untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2024.
Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam perolehan pendapatan dan volume operasional, yang mencerminkan keberhasilan pelaksanaan strategi dan optimalisasi jaringan rumah sakit yang berkelanjutan.
Selama periode 9 bulan 2024, pendapatan Bersih Siloam tumbuh 10,8 persen YoY menjadi Rp 7,06 triliun, dengan momentum kinerja yang didorong oleh peningkatan volume rawat inap dan rawat jalan, serta peningkatan efisiensi operasional di seluruh jaringan rumah sakit.
Pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan strategi ekspansi Siloam yang efektif dalam menyesuaikan antara kebutuhan pasien dan keahlian medis.
Kerangka kerja Perseroan menekankan pada optimalisasi sumber daya dan manajemen biaya, yang menghasilkan pertumbuhan Underlying EBITDA sebesar 8,2 persen YoY menjadi Rp 2,11 triliun, sementara Underlying Net Profit meningkat 10,6 persen YoY menjadi Rp 977,8 miliar.
Pencapaian finansial ini menggambarkan pendekatan Perseroan yang disiplin terhadap pertumbuhan, diimbangi dengan komitmen untuk menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.
Presiden Direktur Siloam, Benny Haryanto, mengatakan Siloam terus menunjukkan pertumbuhan dan resiliensi yang kuat sepanjang 2024. Kinerja Perseroan yang berkelanjutan menunjukkan keberhasilan eksekusi strategi yang telah dilakukan.
"Kami tetap berdedikasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pasien sekaligus mengoptimalkan operasional rumah sakit untuk memastikan keberlanjutan finansial. Manajemen akan mempertahankan fokusnya pada keunggulan operasional seiring dengan ekspansi layanan dan program medis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata Benny dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/11/2024).
Pertumbuhan Volume dan Okupansi
SILO juga mencatat pertumbuhan volume pasien dengan jumlah pasien rawat inap meningkat 9,8 persen menjadi 244.976 pasien, sementara hari rawat inap meningkat 9 persen menjadi 759.695 hari.
Melalui perkembangan program medis yang berkelanjutan, Siloam berhasil mempertahankan tingkat okupansi sebesar 68 persen, meningkat 3 persen dari tahun sebelumnya, dengan jumlah tempat tidur operasional mencapai 4.097 tempat tidur.
Perseroan tetap fokus untuk mengoptimalkan jangkauan dan kompleksitas layanan medis yang ditawarkan, terutama pada program Kardiologi, Onkologi, Neurologi, Gastroenterologi, dan Ortopedi (CONGO).