Dharma Polimetal Tebar Dividen Rp 202 Miliar

Rencana pembagian dividen PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 22 April 2025, 13:00 WIB
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 202 miliar kepada para pemegang saham. Dividen yang dibagikan tersebut sebesar 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 579,3 miliar.

Rencana pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Perseroan di Cikarang pada hari ini, 22 April 2025.

“Pembagian dividen Ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham DRMA,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso dalam konferensi pers PT Dharma Polimetal Tbk, Selasa (22/4/2025).

Pembagian dividen dilakukan seiring kinerja DRMA yang berhasil membukukan penjualan tetap stabil di Rp 5,5 triliun pada tahun buku 2024.

Pencapaian penjualan tersebut mengantarkan pada tumbuhnya laba inti tahun berjalan sebesar 4,2% atau naik dari Rp 555,81 miliar menjadi Rp 579,3 miliar di tahun 2024.

Penjualan Roda Dua Paling Dominan

Segmen kendaraan roda dua (2W) yang mencatatkan penjualan sebesar Rp 3,3 triliun atau naik 11,9% YoY merupakan penggerak utama pertumbuhan DRMA. Dengan jumlah penjualan tersebut, segmen ini menyumbang 59% dari total penjualan Perseroan.

"Ke depannya, DRMA akan lebih giat mendiversifikasi portofolio produknya untuk dapat menciptakan alternatif pendapatan," imbuh Irianto.

Salah satu diversifikasi usaha yang sedang dikembangkan adalah Battery Energy Storage System (BESS) yang telah dikembangkan di pabrik baru milik anak usaha Perseroan yaitu PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI).

Berbeda dari bisnis utama di bidang otomotif yang digeluti DRMA selama ini, BESS adalah baterai penyimpan energi yang umumnya digunakan untuk menyimpan energi dari panel surya. Pada proyek tersebut, perseroan sudah berhasil memasok BESS sebanyak 600 unit kepada salah satu pengembang perumahan.

 

Kinerja Segmen Auxiliary Battery

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, DRMA juga telah mulai masuk ke segmen auxiliary battery. Sejak akhir 2024, Perseroan telah memproduksi auxiliary battery di bawah merek sendiri, yaitu DC Battery (bagian dari ekosistem Dharma Connect).

Berbeda dengan sebagian besar auxiliary battery yang beredar di pasar saat ini, DRMA fokus pada teknologi berbasis lithium, yang menawarkan daya tahan lebih lama dengan harga yang tetap kompetitif.

Saat ini, seluruh penjualan produk ini masih ditujukan untuk pasar ekspor, namun Perseroan tengah mengkaji potensi ekspansi ke pasar domestik.

Adanya tambahan pendapatan dari bisnis yang baru ini diharapkan akan memperkuat kemampuan Perseroan dalam mencapai target pertumbuhan penjualan 10% di tahun 2025.

Kinerja Ekspor Positif

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain segmen 2W, kinerja DRMA tahun 2024 juga didorong oleh penjualan ekspor dari PT Dharma Kyungshin Indonesia (DKI), perusahaan joint venture DRMA dengan Kyungshin Corporation.

Penjualan ekspor ke Amerika Serikat dimulai pada Mei 2024, dan hingga akhir tahun, DKI mencatat penjualan sebesar Rp708,9 miliar, meningkat 103,6%.

Dengan rekam jejak pengiriman yang konsisten, DKI optimis dapat meningkatkan pangsa pasar global serta membuka peluang ekspansi ekspor ke negara lain.

Untuk memaksimalkan peluang tersebut, DKI tengah membangun pabrik baru seluas 2,3 hektar dengan kapasitas 1,5 kali lipat dari yang sudah ada. Pabrik ini dijadwalkan selesai pada semester kedua 2025 dan diproyeksikan akan meningkatkan jumlah rata-rata kontainer ekspor per bulan.

Demi menjaga pengembangan dan pertumbuhan bisnis DRMA agar semakin tangguh dan berkelanjutan, DRMA menatap peluang di sektor kendaraan listrik (EV). Perseroan secara proaktif mengembangkan komponen kendaraan listrik dan membangun ekosistem EV sendiri melalui Dharma Connect.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya