Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dikabarkan sudah mulai melakukan pemanasan untuk masuk ke dalam perebutan Maghnes Akliouche, pemain sayap berbakat milik Monaco yang dihargai 60 juta poundsterling, di bursa transfer musim panas 2025.
Dalam perlombaan ini, mereka harus bersaing melawan Manchester City dan Paris Saint-Germain juga siap turun ke lapangan demi mendapatkan tanda tangan sang pemain.
Advertisement
Kebutuhan Setan Merah untuk memperkuat skuad terlihat jelas pada musim ini dengan dipastikan gagal mencapai 10 besar Liga Inggris. Pasukan Ruben Amorim juga gagal bicara banyak di Piala FA dan Carabao Cup, meski sukses menembus semifinal Liga Europa.
Dalam usaha menambah amunisi, Amorim bakal menghadapi kesulitan finansial. Niatnya merekrut pemain bakal ditentukan jumlah penggawa yang hengkang.
Di sisi lain, MU juga harus bersaing ketat melawan klub-klub besar Eropa. Tidak terkecuali pada perburuan Akliouche yang diminati Manchester City.
Kualitas Akliouche yang Bikin Manchester United Tergoda
Pemain sayap berusia 23 tahun ini tengah menjadi sorotan setelah tampil konsisten sebagai andalan Monaco sejak debutnya di musim 2021/2022. Dia telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain serbabisa yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Kiprahnya membantu AS Monaco menembus papan atas klasemen sementara Ligue 1 dan terlibat perburuan tiket Liga Champions musim depan. Pada kompetisi primer Eropa, dia juga tampil cemerlang, salah satunya mencetak gol penting melawan raksasa Spanyol, Barcelona, pada fase grup.
Dengan kualitasnya ini, banyak yang menilai Akliouche sudah siap naik level memperkuat klub top Eropa.
Kebijakan Baru Manchester United
Bersama pemilik saham minoritas Sir Jim Ratcliffe, yang berperan mengatur operasional olahraga klub, Manchester United mulai mengubah strategi permainan. Fokus kini beralih ke bakat muda, bukan lagi pada pemain bintang yang sudah kenyang pengalaman.
Rekrutan musim dingin seperti Patrick Dorgu yang baru berusia 20 tahun menjadi bukti bahwa United ingin membangun skuad dengan pertimbangan jangka panjang.
Strategi mengandalkan pemain muda penuh potensi sangat berisiko dan hasilnya tidak akan langsung terlihat di lapangan. Namun, langkah ini dirasa ideal mengingat buruknya kondisi keuangan klub dan kesalahan kepemimpinan sebelumnya.