Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penggunaan transaksi non-tunai di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Digitalisasi sistem pembayaran dinilai mampu meningkatkan keamanan, transparansi, dan efisiensi dalam menjalankan bisnis UMKM di wilayah tersebut.
“Penggunaan fitur transaksi seperti QRIS dapat menekan peredaran uang palsu. Kemudian pelaku UMKM yang menggunakan transaksi digital dipastikan memiliki pelaporan keuangan sendiri,” ujar Hari Ronaldi, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dalam acara Pelatihan Pencatatan Transaksi Keuangan Digital yang diselenggarakan komunitas Keluarga Khatulistiwa di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis (18/4/2025).
Advertisement
Hari menyampaikan, pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendorong transformasi digital di sektor UMKM. Salah satu langkah konkret yang sudah diterapkan, lanjut Hari, adalah kewajiban penggunaan sistem transaksi digital di setiap kegiatan pemerintah provinsi yang melibatkan UMKM.
Sementara itu, Riki, inisiator aplikasi kasir digital Eastpos, menyambut baik upaya digitalisasi ini. Menurutnya, transaksi digital tidak hanya membuat usaha lebih efisien, tetapi juga memberikan keamanan dan transparansi yang lebih tinggi.
“Eastpos hadir untuk membantu UMKM beralih dari pencatatan manual ke sistem digital yang menghemat waktu, biaya, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” ujar Riki.
Eastpos yang resmi diluncurkan bulan ini dan berkantor pusat di Pontianak, menyediakan fitur pencatatan penjualan, kasir digital, transfer saldo real-time, serta QRIS dan sistem pembayaran digital lainnya. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui perangkat Android dan dirancang untuk digunakan oleh banyak pengguna (multi-user).
“Proses transaksi hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit. Riwayat transaksi bisa dilihat secara harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Pemilik UMKM juga bisa mengubah harga produk dengan mudah dan cepat, serta memantau kebutuhan stok secara real time,” jelasnya.
Penguasaan Teknologi Transaksi Digital Jadi Keharusan
Eastpos juga menawarkan layanan tambahan seperti produk digital PPOB, top up pulsa, paket data, dan berbagai fitur lain yang menurut Riki tidak dimiliki oleh enam kompetitor serupa yang telah disurvei.
Riki menyatakan pihaknya akan melakukan roadshow pelatihan digitalisasi pencatatan keuangan ke berbagai kelompok UMKM di Kalimantan dan wilayah lainnya di Indonesia. Ia meyakini penguasaan teknologi transaksi digital merupakan keharusan bagi pelaku usaha di era ekonomi digital.
Dalam kesempatan yang sama, Nidhi Lisiniratiwi, Edukator QRIS dan Perlindungan Konsumen dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat, turut memberikan edukasi kepada peserta.
“Acara ini sangat membantu UMKM agar mereka lebih memahami pembayaran digital dan semakin sadar dalam bertransaksi sehari-hari. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Kalimantan Barat,” tutup Nidhi.