Harga Kripto 19 April 2025: Bitcoin Dkk Menghijau Tipis Hari Ini

Sebagian besar harga kripto dengan kapitalisasi teratas seperti Bitcoin, Ethereum dan lainnya menguat pada awal perdagangan Sabtu ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 19 April 2025, 08:30 WIB
Keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level Rp 44.026 triliun, melemah sekitar 0,18 persen dalam sehari terakhir. Ilustrasi harga kripto. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami penguatan di awal Sabtu (19/4/2025) hari ini. Mayoritas kripto jajaran teratas mengalami penguatan dalam 24 jam maupun dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) berayun tipis antara penguatan dan pelemahan dalam sehari tetapi masih perkasa dalam sepekan.

Harga Bitcoin turun tipis 0,06 persen dalam 24 jam dan menguat 1,54 persen hitungan sepekan. Saat ini, harga Bitcoin berada di level Rp 1,42 miliar.

Ethereum (ETH) menguat. ETH naik terbatas 0,45 persen sehari terakhir dan menguat 1,85% persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 26,77 juta per koin.

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga masih menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 0,49 persen dan 1,47 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 9,98 juta per koin.

Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona hijau. ADA menguat 2,43 persen dalam sehari dan 1,30 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 10.615 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga terus menghijau. SOL tumbuh 0,16 persen dalam sehari dan 10,70 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,26 juta per koin.

XRP juga kembali berada di zona hijau. XRP naik 0,56 persen dalam sehari, dan masih menguat 2,36 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 34.775 per koin.

Koin Meme Dogecoin (DOGE) menghijau dalam satu hari terakhir. DOGE naik 2,07 persen. Tetapi koin meme ini melemah dalam sepekan dengan turun 0,79 persen. Saat ini DOGE diperdagangkan di level Rp 2.656 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, meskipun ada koreksi di kisaran 0,09 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level Rp 44.026 triliun, melemah sekitar 0,18 persen dalam sehari terakhir.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp 16,8 Miliar di 2027, Tapi Ada Syaratnya

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (ParStud/depositphotos.com)

Sebuah studi terbaru menunjukkan harga Bitcoin berpotensi mencapai USD 1 juta atau setara Rp 16,8 miliar (asumsi kurs Rp16.863 per dolar AS) pada awal 2027, seiring dengan meningkatnya penarikan harian dari pasokan likuid yang melebihi 1.000 BTC.

Melansir dari Yahoo Finance, Sabtu (19/4/2025), prediksi ini dibuat berdasarkan model ekonomi fundamental yang mengkaji efek akumulasi institusional dan penurunan pasokan terhadap harga Bitcoin.

Studi berjudul “Kerangka Kerja Pasokan dan Permintaan untuk Perkiraan Harga Bitcoin” ini dipublikasikan dalam Jurnal Manajemen Risiko dan Keuangan, dan mengandalkan pendekatan ekuilibrium antara pasokan dan permintaan yang dibangun dari sistem penerbitan tetap milik Bitcoin.

Tidak seperti komoditas tradisional, Bitcoin tidak bisa diproduksi lebih banyak saat permintaan meningkat, membuatnya sangat rentan terhadap guncangan pasokan.

“Parameterisasi ini menunjukkan bahwa Bitcoin akan mencapai harga USD 1 juta pada awal 2027 untuk semua tingkat penarikan lebih dari 1000 Bitcoin per hari,” demikian pernyataan studi tersebut.

Lonjakan Permintaan Bisa Ciptakan Kelangkaan Ekstrem

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Dalam laporan itu dijelaskan bahwa jika penarikan harian dari pasokan beredar tetap di atas 1.000 BTC, harga Bitcoin akan bergerak secara hiperbolik, bahkan meninggalkan kurva adopsi normal pada tahun 2028. Artinya, di titik tersebut, kelangkaan pasokan akan menjadi faktor dominan yang menggerakkan harga.

Dalam skenario yang lebih agresif, proyeksi harga Bitcoin bahkan jauh lebih tinggi. Studi tersebut memperkirakan bahwa apabila laju penarikan terus meningkat tajam, harga Bitcoin berpotensi mencapai USD 2 juta pada tahun 2027, dan bisa terus melonjak hingga USD 5 juta pada tahun 2031.

Meskipun terdengar fantastis, angka-angka ini menggambarkan dampak ekstrem dari dinamika penawaran yang sangat terbatas dipadukan dengan lonjakan permintaan institusional.

Namun demikian, para penulis studi juga mengimbau agar tidak terlalu berlebihan dalam menafsirkan proyeksi harga tertinggi tersebut. Mereka menyarankan untuk melihat prediksi ini sebagai skenario berdasarkan asumsi fundamental yang kuat, bukan kepastian absolut.

Bitcoin Kian Dipandang Sebagai Aset Strategis Makro

Studi ini juga menyebut bahwa semakin banyak faktor perilaku yang mendorong pergeseran Bitcoin ke tangan para pemegang jangka panjang. Artinya, permintaan baru akan semakin sensitif terhadap harga, karena hanya ada sedikit BTC yang tersedia untuk dibeli di pasar terbuka.

Dengan kondisi tersebut, Bitcoin makin dipandang sebagai aset strategis makro, bukan hanya alat spekulasi. Hal ini sejalan dengan peningkatan adopsi institusional dan keterbatasan suplai yang tak bisa ditambah sesuka hati.

Infografis bitcoin (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya