China Bakal Segera Buka Jembatan Tertinggi, Klaim Kalahkan Golden Gate dan Sydney Harbour

Jembatan tertinggi di China rencananya akan resmi dibuka pada Juni 2025.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 16 April 2025, 18:35 WIB
Ilustrasi Jembatan (Gambar oleh esudroff dari Pixabay)

Liputan6.com, Beijing - China siap unjuk gigi dalam dunia infrastruktur melalui inovasi jembatan yang diklaim melawan Golden Gate di Amerika Serikat dan jembatan Sydney Harbour dari Australia. 

Laporan CNN, yang dikutip Rabu (16/4/2025) menyebut bahwa China telah menyelesaikan proyek megastruktur terbarunya: Huajiang Grand Canyon Bridge, yang dijadwalkan resmi dibuka pada Juni 2025.

Jembatan ini diklaim bakal menjadi jembatan tertinggi di dunia, menjulang 2.051 kaki (625 meter) di atas permukaan sungai—947 kaki lebih tinggi dari pemegang rekor sebelumnya, Millau Viaduct di Prancis.

Jembatan baru China ini terletak di Provinsi Guizhou, wilayah barat daya China yang dikenal dengan topografi pegunungannya yang kompleks. Struktur tersebut bakal melintasi lembah dramatis Huajiang Grand Canyon, yang dijuluki sebagai “retakan bumi” atau earth crack.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya bertujuan memecahkan rekor dunia, tetapi juga merupakan bagian dari upaya besar China untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di wilayah kurang berkembang.

Dengan panjang total 9.482 kaki (sekitar 2,89 km) dan struktur baja gantung berbentuk truss, proyek yang dimulai pada 18 Januari 2022 itu kini telah mencapai 95 persen progres pembangunan. 

Menurut Zhang Shenglin, kepala insinyur dari Guizhou Highway Group, jembatan ini akan memotong waktu tempuh melintasi Grand Canyon dari dua jam menjadi hanya satu menit, menjadikannya jalur vital bagi transportasi kendaraan dan distribusi logistik.

"Proyek super yang membentang di atas ‘retakan bumi’ ini akan menjadi yang pertama di dunia dalam dua arah. Ini akan menjadi proyek landmark lain yang menunjukkan kekuatan infrastruktur China," ujar Zhang kepada China Daily.

Simbol Transformasi

Ilustrasi Jembatan. (Liputan6.com/M Syukur)

Keunggulan teknik dari jembatan ini tak hanya terletak pada ketinggiannya. Struktur baja truss yang digunakan memiliki bobot total sekitar 22.000 ton, setara dengan tiga Menara Eiffel.

Desain dan konstruksi yang rumit mencerminkan komitmen China untuk terus menjadi pemimpin global dalam pembangunan infrastruktur.

Provinsi Guizhou sendiri kini menjadi rumah bagi hampir setengah dari 100 jembatan tertinggi di dunia, menjadikannya simbol transformasi wilayah pedalaman melalui inovasi teknik dan investasi berkelanjutan.

Infografis Indeks Infrastruktur Indonesia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya