Pekerja menyelesaikan pembuatan konveksi pakaian lebaran di R. Clarisi Collection pada sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Konveksi Bulak Timur, Depok, Jawa Barat, Senin, (17/3/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Sejak Agustus 2024 lalu, bisnis konveksi di kawasan ini mengalami penurunan hingga 50 persen. (merdeka.com/Arie Basuki)
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab, di antaranya maraknya konveksi impor asal Cina di pasaran domestik, penjualan online dengan harga yang murah serta daya beli masyarakat yang menurun. (merdeka.com/Arie Basuki)
Diketahui, sebelum Agustus 2024 lalu mereka mampu memproduksi 2000 pcs konveksi sehari, kini hanya rata-rata 600 pcs sehari. (merdeka.com/Arie Basuki)
Dan secara otomatis menyebabkan pengurangan jam kerja karyawan sebagai langkah efisiensi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pekerja memasarkan secara live daring atau online produk konveksi di R. Clarisi Collection pada sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Konveksi Bulak Timur, Depok, Jawa Barat, Senin, (17/3/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)