Rupiah Dibuka Loyo dari Dolar, Simak Prediksi Hari Ini

Nilai tukar rupiah melemah tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen menjadi 16.453 per dolar AS dari sebelumnya 16.452 per dolar AS.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 13 Maret 2025, 10:49 WIB
Bank Indonesia (BI) juga menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah ini sejalan dengan pergerakan mata uang Asia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Liputan6.com, Jakarta Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi di Jakarta, nilai tukar rupiah melemah tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen menjadi 16.453 per dolar AS dari sebelumnya 16.452 per dolar AS.

Pengamat pasar uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) untuk Februari 2025 menunjukkan kenaikan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

"Data IHK AS bulan Februari menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari bulan sebelumnya, yakni 2,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), dibandingkan sebelumnya yang mencapai 3,0 persen," ujarnya dikutip dari ANTARA, Kamis (13/3/2025).

Inflasi AS Melambat

Melambatnya inflasi AS pada Februari 2025 sudah diprediksi sebelumnya. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi terkait pemotongan suku bunga oleh The Fed, yang berpotensi melemahkan dolar AS secara luas.

"Tingkat inflasi yang lebih rendah ini tentu membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga acuan AS, dan ekspektasi tersebut dapat memberikan tekanan pada dolar AS," tambahnya.

Di sisi lain, yang menjadi penggerak rupiah, pasar masih mewaspadai potensi perang dagang karena Presiden AS Donald Trump kembali mengancam kenaikan tarif terhadap negara-negara lain. "Saat ini ancaman tarif tersebut ditujukan ke negara-negara Eropa," jelas Ariston.

 

Prediksi Rupiah

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, kurs rupiah berpotensi menguat menuju kisaran 16.400 per dolar AS dengan potensi level resisten di sekitar 16.480 per dolar AS.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya