Sejarah dan Tema Hari Perempuan Internasional 8 Maret

Hari Perempuan Internasional memiliki sejarah aksi kolektif yang panjang dan kuat.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 08 Maret 2025, 18:00 WIB
Perempuan Afghanistan menenun wol untuk membuat karpet di pabrik karpet tradisional di Kabul, Afghanistan, Senin (6/3/2023). Hari Perempuan Internasional (IWD) adalah hari libur global yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 8 Maret sebagai titik fokus dalam gerakan hak-hak perempuan, membawa perhatian pada isu-isu seperti kesetaraan gender, hak reproduksi, dan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Liputan6.com, Yogyakarta - Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) rutin diperingati secara global setiap 8 Maret. Peringatan ini adalah milik semua orang yang peduli dengan kesetaraan gender.

Mengutip dari laman resmi IWD, Hari Perempuan Internasional dirayakan sebagai bentuk menghormati pencapaian perempuan di semua aspek kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, hingga politik. Peringatan ini sekaligus mengadvokasi kesetaraan gender.

Hari Perempuan Internasional memiliki sejarah aksi kolektif yang panjang dan kuat. Berawal dari aksi protes berupa pemogokan kerja dan pawai oleh pekerja perempuan di New York pada 8 Maret 1857.

Mereka menyerukan kondisi kerja yang adil, termasuk hari kerja yang lebih pendek dan upah yang layak. Selain itu, mereka juga menginginkan hak yang sama.

Pada 8 Maret 1909, pekerja wanita kembali melakukan demonstrasi besar-besaran. Mereka menuntut hak untuk memilih, upah yang lebih baik, dan jam kerja yang lebih pendek.

Hingga pada 1909, kepala Komite Nasional Wanita Partai Sosialis Amerika, Theresa Malkiel, memahami Hari Wanita Nasional. Partai tersebut kemudian menetapkan peringatan tersebut.

Pada 1910, seorang aktivis asal Jerman, Clara Zetkin, mengajukan gagasan tentang Hari Perempuan Internasional di Konferensi Perempuan Sosialis Internasional Kedua. Ia menerima dukungan dari lebih dari 100 perempuan yang mewakili 17 negara.

Pada 19 Maret 1911, menandai peringatan pertama International Women's Day di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Lebih dari satu juta wanita dan pria menghadiri rapat umum. Tahun-tahun setelahnya, beberapa negara mulai mendeklarasikan Hari Perempuan Nasional dengan tanggal beragam.

Hingga pada 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional. Pengukuhan tersebut sekaligus menjadikan 8 Maret sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi dan ketidaksetaraan yang masih dialami perempuan di berbagai belahan dunia.

Pada perayaan IWD 2005, untuk pertama kalinya Google merilis Google Doodle untuk merayakan Hari Perempuan Internasional. Pada perayaan IWD 2009, Google meluncurkan IWD Google Doodle keduanya yang kemudian menjadi tradisi rutin tahunan.

Selama lebih dari satu abad, IWD telah memberikan kesempatan penting bagi kelompok-kelompok di seluruh dunia yang mengadvokasi kesetaraan gender. IWD telah menjadi sebuah gerakan yang berawal dari kegigihan banyak orang.

Setiap tahunnya, terdapat tema khusus yang diangkat untuk merayakan Hari Perempuan Internasional. Tahun ini, tema yang diangkat adalah Accelerate Action.

Tema ini menyoroti upaya percepatan aksi untuk kesetaraan gender. Hari Perempuan Internasional mengajak semua orang untuk ikut maju dalam solidaritas IWD 2025 pada 8 Maret untuk membantu #AccelerateAction.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya