Laba Bersih Adiwarna Melonjak 134% di 2024

Sset PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) sampai dengan 31 Desember 2024 naik menjadi Rp 239,96 miliar dibanding posisi kahir 2023 yang sebesar Rp 189,82 miliar.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 08 Maret 2025, 06:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) mengumumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan agresif sebesar 66 persen secara year-on-year (yoy), dari Rp 124,46 miliar di 2023 menjadi Rp 207,17 miliar di 2024. EBITDA perseroan meningkat 86 persen yoy menjadi Rp 41,65 miliar, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin optimal.

Direktur Utama PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk, Johannes menjelaskan, kenaikan ini didukung oleh lonjakan permintaan terhadap segmen produk dan jasa instalasi proteksi kebakaran di berbagai sektor industri strategis, termasuk energi, infrastruktur, konstruksi, dan industri rawan kebakaran lainnya.

"Pendapatan kontrak pekerjaan pada segmen produk proteksi kebakaran mengalami pertumbuhan signifikan hingga 87 persen yoy, baik dari pihak ketiga maupun pihak berelasi. Hal ini mencerminkan ekspansi bisnis Adiwarna yang semakin solid dan berkelanjutan," ungkap Johannes, diktuip Sabtu (8/3/2025).

Bersamaan dengan pertumbuhan signifikan dari sisi pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan pada 2024 naik menjadi Rp 146 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 86,15 miliar. Sehingga perseroan membukukan laba kotor Rp 61,16 miliar pada 2024, naik dari Rp 38,31 miliar yang dicatatkan pada tahun sebelumnya.

Beban usaha pada tahun buku 2024 naik menjadi Rp 19,51 miliar dari Rp 15,91 miliar pada 2023. Bersamaan dengan itu, beban penghasilan lain-lain tercatat sebesar Rp 751,88 juta, beban lain-lain Rp 4,22 miliar, dan beban keuangan Rp 4,11 miliar.

Pendapatan Jadi Pendorong

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, laba bersih melonjak 134 persen yoy ke Rp 30,90 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan, efisiensi operasional dengan Gross Profit Margin (GPM) stabil di angka 29 persen, serta peningkatan produktivitas dengan EBITDA margin mencapai 20 persen.

“Pencapaian ini mencerminkan strategi ekspansi bisnis kami yang efektif, serta komitmen dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya. Dengan permintaan yang terus meningkat di sektor proteksi kebakaran, kami optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Johannes.

 

Solusi Proteksi Kebakaran

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Melansir laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa, aset perseroan sampai dengan 31 Desember 2024 naik menjadi Rp 239,96 miliar dibanding posisi kahir 2023 yang sebesar Rp 189,82 miliar.

Liabilitas sampai dengan akhir Desember 2024 turun signifikan menjadi Rp 60,43 miliar dari Rp 117,97 miliar pada 2023.

Sementara ekuitas sampai dengan akhir Desember 2024 naik menjadi Rp 179,52 miliar dibanding posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar Rp 71,85 miliar.

“Kami terus berinovasi dalam menghadirkan solusi proteksi kebakaran yang tidak hanya memenuhi standar keselamatan tertinggi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Digitalisasi dan otomatisasi menjadi fokus kami dalam meningkatkan efisiensi dan mempercepat eksekusi proyek," kata Johannes.

 

 

Baterai Kendaraan Listrik

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Selain itu, perseroan juga berencana memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai sektor industri.

“Kami melihat peluang besar dalam industri pembangkit listrik, pusat data, serta manufaktur baterai kendaraan listrik. Dengan strategi yang tepat, kami yakin dapat memperluas jangkauan bisnis kami di tahun mendatang,” tambahnya.

Ke depan, Adiwarna berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bisnisnya, meningkatkan inovasi dalam produk proteksi kebakaran, serta memperkuat kemitraan strategis guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya