Baru 3 Bulan Kerja, Ruben Amorim Diklaim Sudah Muak dengan Manchester United

Ruben Amorim diklaim sudah terlihat muak dan tak ingin lagi ada di Manchester United, meski dia baru tiga bulan dipekerjakan sebagai pengganti Erik ten Hag.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 19 Februari 2025, 12:02 WIB
Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim setelah laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Arsenal di Emirates Stadium, London, Inggris, Kamis (05/12/2024) WIB. Amorim diklaim mulai terlihat muak dengan keadaan MU menyusul hasil buruk yang terus-menerus diperoleh timnya. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Manchester United Ruben Amorim diklaim sudah muak dengan situasi klub di Old Trafford, meski dia sejatinya baru tiga bulan melatih MU.

Sebagaimana diketahui, juru taktik asal Portugal itu sebelumnya direkrut untuk menggantikan Erik ten Hag yang dipecat setelah mencatatkan start terburuk Premier League pada awal musim 2024/2025.

Sayangnya, kehadiran Amorim tak serta-merta membawa angin segar buat MU, meski dia dulunya sukses besar saat masih menangani Sporting CP.

Laporan Football Transfers mengeklaim Ruben Amorim mulai mendapat kecaman dari berbagai pihak sebab dia dianggap gagal membawa perubahan signifikan terhadap penampilan MU sejak direkrut pada November 2024.

Di bawah naungan Amorim, Manchester United melorot ke peringkat 15 klasemen Liga Inggris setelah baru mengumpulkan 29 poin dari 25 pertandingan.

Statistik ini bahkan menjadikan dia sebagai pelatih terburuk pasca era Sir Alex Ferguson. Legenda klub Rio Ferdinand bahkan sudah mewanti-wanti MU akan potensi degradasi yang mereka hadapi.


Kehilangan Kuasa di Ruang Ganti

Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 16 Februari 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Dengan tekanan yang makin tinggi, Football Transfers mengungkap Ruben Amorim nampaknya mulai merasakan kesulitan menyamaikan pesan kepada skuadnya.

Pria berusia 40 tahun itu bahkan diduga sudah kehilanga power di ruang ganti timnya sendiri.

Tekanan yang dirasakan pelatih Manchester United tersebut bahkan dia akui terang-terangan usai anak-anak asuhnya kalah dari Tottenham Hotspur pada akhir pekan lalu.

Ruben Amorim menyebut pekerjaannya di Old Trafford sangat-sangat sulit, menyusul hasil minor yang terus-menerus diperoleh Setan Merah.


Amorim Terlihat Sudah Muak

Manajer anyar Manchester United, Ruben Amorim, mengakui pasukannya masih kesulitan memahami racikan strategi yang diterapkannya. Alhasil, MU harus puas bermain imbang 1-1 kontra Ipswich Town. (AP Photo/Dave Shopland)

Pakar sepak bola Richard Keys turut buka suara mengomentari permasalahan Ruben Amorim di skuad Manchester United. Menurutnya, pria asal Portugal itu benar-benar terlihat sudah muak dengan kondisi klub.

"Saya sungguh-sungguh ingin melihat United kembali ke papan atas sepak bola Inggris, tetapi mereka masih jauh (untuk bisa) masuk dalam jajaran terbaik, sangat jauh, (sementara) klub sudah menghabiskan 1 miliar poundsterling untuk (memperbaiki) skuad," tulis Keys dalam blog-nya, dilansir dari Football Transfers.

"Mereka mempekerjakan manajer yang jelas-jelas terlihat tidak ingin ada di sana dan (dipimpin) oleh pemilik yang gelisah karena tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan setelah ini selain memecat lebih banyak staf," tambahnya.


Singgung Rekam Jejak Sir Jim Ratcliffe

Sir Jim Ratcliffe (tengah) sendiri merupakan miliarder Inggris yang lahir di Failsworth, Manchester. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya memang merupakan penggemear MU. (AFP/Valery Hache)

Tak sampai di situ, Richard Keys juga turut menyinggung rekam jejak Sir JIm Ratcliffe saat mengakuisisi klub sepak bola. Menurutnya, tak ada hal baik terjadi ketika CEO INEOS memimpin di klub-klub sebelumnya seperti Lausanne dan Nice.

"Sungguh menyedihkan. Jangan bilang saya tidak memperingatkan kalian. Berapa kali saya sudah menyinggung soal apa yang terjadi di Lausanne dan Nice setelah Ratcliffe mengambil alih saham di klub-klub tersebut," ujar Keys.

"Setiap kali saya melakukan itu, teman-teman saya menuduh saya benci United. Salah. Saya benci hal yang terjadi di United dan saya tidak melihat keadaan bakal membaik dalam waktu dekat," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya