Sambut Nataru, PLN Siap Pasokan Listrik hingga 53 GW

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, PT PLN (Persero) memastikan bahwa pasokan listrik akan tetap andal dan lancar, demi mendukung kelancaran berbagai aktivitas masyarakat saat Nataru.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 09 Desember 2024, 12:15 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Muara Karang yang berlokasi di daerah Pluit, Jakarta Utara. PT PLN (Persero) akan segera melantai di Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon), dan mengklaim bakal menjadi trader terbesar dengan membuka setara hampir 1 juta ton CO2.Dok PLN

Liputan6.com, Jakarta Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, PT PLN (Persero) memastikan bahwa pasokan listrik akan tetap andal dan lancar, demi mendukung kelancaran  berbagai aktivitas masyarakat saat Nataru. 

Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa perusahaan telah melakukan persiapan matang jauh sebelum momen Nataru tiba.

PLN telah melakukan assessment dan pemeliharaan terhadap seluruh sistem kelistrikan, mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, hingga pasokan energi primer sejak 3-4 bulan yang lalu. Salah satu aspek krusial yang disiapkan adalah daya pasok yang mencukupi, dengan PLN memprediksi beban puncak konsumsi listrik saat Natal dan Tahun Baru mencapai 39 GW. 

Untuk itu, PLN menyiapkan kapasitas pasokan listrik sebesar 53 GW, memberikan cadangan 14 GW sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan konsumsi atau gangguan teknis.

"Kita melakukan assessment berapa beban puncaknya Dan beban puncak untuk Natal Tahun Baru ini 39 GW Dan kami mempersiapkan daya mampu pasok sebesar 53 GW. Artinya, ada 14 GW reserve margin dan ini adalah upaya kami untuk meningkatkan keandalan," kata Darmawan dalam konferensi pers Kesiapan PLN dan Pertamina dalam rangka Nataru, di Kementerian BUMN, Senin (9/12/2024).

Menurut Darmawan, keandalan pasokan listrik tidak lepas dari kestabilan pasokan energi primer. Dalam hal ini, PLN bekerja sama dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), batu bara, dan gas yang digunakan dalam operasi pembangkit. Terutama untuk daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), pasokan BBM menjadi sangat vital, dan PLN memastikan bahwa semua kebutuhan energi primer tercukupi dengan baik.

"Terimakasih ini kepada Pertaminan Karena khusus untuk BBM ini banyak digunakan di daerah-daerah 3T dan kami tadi kemarin sudah mengecek semuanya tercukupi. Artinya partnership antara Pertaminan dan PLN ini berjalan dengan kompak," ujarnya.

 

Langkah Antisipasi

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam konferensi pers Kesiapan PLN dan Pertamina dalam rangka Nataru, di Kementerian BUMN, Senin (9/12/2024). (Tira/Liputan6.com)

Adapun sebagai bagian dari langkah antisipasi, PLN juga telah menyelesaikan seluruh program pemeliharaan pembangkit listrik. Dengan pembangkit yang telah terjaga keandalannya, serta pemeriksaan terhadap sistem transmisi dan distribusi, PLN memastikan tidak ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran pasokan listrik.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, PLN juga melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalur transmisi (right of way), untuk menghindari gangguan yang disebabkan oleh tumbangnya pohon.

"Kemudian juga kondisi udara yang agak lembab ini Kami membutuhkan ekstra hati-hati agar right of way-nya itu betul-betul bisa clear Kami siapkan dengan baik," katanya.

 

Mobilitas dan Respons

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam konferensi pers Kesiapan PLN dan Pertamina dalam rangka Nataru, di Kementerian BUMN, Senin (9/12/2024). (Tira/Liputan6.com)

PLN juga mengerahkan lebih dari 81.000 personel, termasuk petugas khusus yang ditempatkan di sekitar 1.900 posko di seluruh Indonesia. Selain itu, untuk mendukung mobilitas dan respons cepat, PLN menyiapkan berbagai peralatan seperti genset, UPS (Uninterruptible Power Supply), unit gardu bergerak, serta kendaraan roda dua dan empat.

Maka dengan berbagai infrastruktur yang telah dipersiapkan, PLN siap menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengganggu kelancaran pasokan listrik selama masa liburan.

"Kami siapkan Kemudian kami juga melakukan antisipasi terhadap cuaca ekstrim Dan kami mengakui bahwa cuaca ekstrim ini menjadi salah satu tantangan," pungkasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya