Rusia Ingatkan Konflik Ukraina Bisa Meluas Jadi Perang Eropa Skala Penuh

Rusia memberi peringatan bahwa konflik di Ukraina dapat meningkat menjadi perang skala penuh di Eropa.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 08 Maret 2024, 15:03 WIB
Seorang tentara Ukraina berdiri di atas bendera Rusia di Izium, wilayah Kharkiv, Ukraina, 13 September 2022. Pasukan Rusia tampak meninggalkan Kota Izium dan Svatove di Luhansk usai pasukan Ukraina memulai serangan baru ke arah timur melalui Kharkiv. (AP Photo/Kostiantyn Liberov)

Liputan6.com, Moskow - Seorang perwira senior militer Rusia beri peringatan bahwa konflik di Ukraina dapat meningkat menjadi perang skala penuh di Eropa apabila negara Barat ikut campur terlalu jauh.

Ia juga menekankan adanya potensi peningkatan pasukan Moskow "secara signifikan" dalam konflik baru itu, dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (8/3/2024).

Kepala Akademi Staf Umum Militer Angkatan Darat Rusia Kolonel Jenderal Vladimir Zarudnitsky menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah artikel berjudul "Pemikiran Militer" -- sebuah publikasi dari kementerian pertahanan, demikian laporan dari kantor berita negara RIA pada Kamis (7/3).

"Kemungkinan eskalasi konflik di Ukraina tidak dapat diabaikan. Ditambah rencana kehadiran 'pasukan proxy' yang digunakan untuk melawan militer Rusia. Ini dapat memicu perang skala besar di Eropa," katanya.

Pasukan proxy adalah kelompok bersenjata dari negara-negara lain (Eropa) dalam melawan Rusia di Ukraina.

“Sumber utama ancaman militer negara kita adalah kebijakan anti-Rusia,” ujar Zarudnitsky.

“Kemungkinan negara kita bisa terlibat dalam konflik militer yang mampu meningkat secara signifikan,” katanya.

Perang Rusia Vs Ukraina Picu Krisis

Angkatan Udara Ukraina mengatakan mereka menghancurkan tiga rudal dan sembilan drone dalam semalam. (Ukrainian Emergency Situation Press Office via AP)

Perang di Ukraina sudah memicu krisis dalam hubungan Rusia dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962.

Putin juga sudah memberi peringatan bahwa Barat bisa memantik perang nuklir jika mereka memutuskan untuk mengirim pasukan bertempur di Ukraina.

Putin berdalih, tujuan pengiriman puluhan ribu tentara ke Ukraina pada Februari 2022 untuk melindungi keamanan negaranya dari Kyiv yang semakin bermusuhan dan didukung oleh AS.

Ukraina menyatakan bahwa mereka sedang mempertahankan diri dari upaya penaklukan dengan gaya kekaisaran yang dirancang Rusia untuk menghapus identitas nasionalnya.

Bantuan Barat ke Ukraina: Persenjataan dan Pendanaan

"Salah satu dari mereka, seorang pria berusia 35 tahun, kini dalam kondisi serius," imbuhnya. (Ukrainian Emergency Service via AP)

Komentar Zarudnitsky muncul pada saat Barat berupaya membantu Ukraina dengan memasok lebih banyak senjata dan pendanaan. Hal itu dilakukan setelah serangan balik Kyiv gagal pada musim panas lalu, setelah pasukan Rusia kembali mengambil inisiatif di medan perang.

Menurut RIA, Zarudnitsky menganjurkan perubahan signifikan dalam pengaturan militer Rusia.

Termasuk penekanan pada ketergantungan terhadap negara-negara sekutu untuk menjaga keamanan Rusia. Ia juga merekomendasikan penggalangan dukungan dari masyarakat Rusia dalam upaya pertahanan.

Infografis Rusia Vs Ukraina, Ini Perbandingan Kekuatan Militer. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya