Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 54,75 poin atau 0,82 persen ke posisi 6.697,17. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 11,83 poin atau 1,35 persen ke posisi 890,71.
"Hari ini, IHSG berpeluang bergerak menguat meski terbatas," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya melansir Antara di Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Advertisement
IHSG diramal berpeluang bergerak menguat terbatas seiring bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed menahan tingkat suku bunga acuannya.
Dari mancanegara, The Fed, dalam Federal Open Market Committee (FOMC) tadi malam, menahan tingkat suku bunga acuannya di level 5,25- 5,50 persen.
Namun demikian, bank sentral itu menegaskan apabila inflasi belum berjalan sesuai estimasi, sehingga potensi kenaikan suku bunga ke depan masih ada.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia periode Oktober 2023 meningkat menjadi 2,56 persen year on year (yoy), dibandingkan sebesar 2,28 persen (yoy) pada September 2023.
Secara bulanan, inflasi mencapai 0,17 persen month to month (mtm) dibandingkan sebesar 0,19 persen (mtm) pada September 2023.
Sementara itu, dari AS, bursa saham Wall Street kembali menguat, Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,67 persen ke posisi 33.274,58, Indeks S&P naik 1,05 persen ke 4.237,86, dan indeks Nasdaq juga terbang 1,64 persen ke 13.061,47.
Saham-saham teknologi menjadi leader dengan penguatan sektor mencapai 2 persen. Saham Nvidia terbang 3 persen dan Advanced Micro Devices melesat 9,7 persen
Dari Eropa, hari ini bank sentral Inggris (BoE) akan mengumumkan kebijakan suku bunga, yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di level 5,25 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 406,20 poin atau 1,29 persen ke 32.007,90, indeks Hang Seng menguat 277,13 poin atau 1,62 persen ke 17.378,91, indeks Shanghai menguat 3,83 poin atau 0,13 persen ke 3.026,91, dan indeks Straits Times menguat 26,14 poin atau 0,85 persen ke 3.102,91.
Bursa Asia
Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Kamis (2/11/2023) seiring investor merespons positif keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) yang pertahankan suku bunga acuan.
The Fed kembali pertahankan suku bunga acuan di tengah tanda-tanda pertumbuhan ekonomi. Sedangkan kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi tetap berada di atas target bank sentral. Keputusan tersebut juga mencakup peningkatan penilaian umum the Fed terhadap perekonomian. Demikian mengutip dari CNBC, Kamis pekan ini.
Selain itu, investor juga kembali analisis data inflasi dari Korea Selatan. Data dari Korea Selatan menunjukkan indeks harga konsumen meningkat selama tiga bulan berturut-turut pada Oktober 2023 dengan consumer price index (CPI) atau indeks harga konsumen meningkat 3,8 persen year on year (YoY). Ekonom yang disurvei oleh Reuters perkirakan kenaikan 3,6 persen.
Indeks Nikkei 225 menguat 1,22 persen. Indeks Topix bertambah 0,95 persen, dan sentuh level tertinggi dalam tiga minggu. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,6 persen. Indeks Kosdaq mendaki 2,1 persen.
Indeks Hang Seng berjangka berada di posisi 17.157, dan lebih tinggi dari penutupan perdagangan terakhir di kisaran 17.101,78.
Di Australia, indeks ASX menguat 1,17 persen dan menyentuh level tertinggi dalam dua minggu.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat dalam tiga bulan terakhir pada Rabu pekan ini setelah the Fed pertahankan suku bunga acuan. Hal itu membuat investor berpikir bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunganya hingga sisa tahun ini.
Indeks Dow Jones melesat 0,67 persen, indeks S&P 500 bertambah 1,05 persen, sempat melewati rata-rata pergerakan 200 hari. Indeks Nasdaq melejit 1,64 persen.
Penutupan Bursa Saham Asia pada 1 November 2023
Sebelumnya diberitakan, bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Rabu, 1 November 2023. Bursa saham Jepang memimpin kenaikan di kawasan Asia Pasifik setelah bank sentral Jepang meningkatkan fleksibilitas dalam kebijakan pengendalian kurva imbal hasil sementara investor mengamati kebijakan dari the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari CNBC, the Fed akan mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua harinya pada Rabu, 1 November 2023 dengan pasar mengharapkan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga.
Data menunjukkan ekspor Korea Selatan pada Oktober naik 5,1 persen tahun ke tahun, pertama kalinya dalam 13 bulan. Sementara itu, aktivitas pabriknya mengalami kontraksi yang sedikit lebih dalam.
Secara terpisah, PMI manufaktur global Caixin/S&P China turun menjadi 49,5 pada Oktober 2023 dari 50,6 pada September, menandai kontraksi pertama sejak Juli dan meleset dari perkiraan analis sebesar 50,8 dengan selisih yang besar.
Angka itu mencerminkan angka yang resmi yang dirilis oleh biro statisik nasional pada Selasa, 31 Oktober 2023.
Indeks Nikkei 225 menguat 2,41 persen ke posisi 31.601,65. Indeks Topix bertambah 2,53 persen ke posisi 2.310,68, mencapai level tertinggi dalam hampir tiga minggu.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,03 persen ke posisi 2.301,56. Indeks Kosdaq menguat 0,43 persen ke posisi 739,23. Indeks Hang Seng Hong Kong membalikkan kenaikan sebelumnya dan turun sedikit. Indeks CSI 300 sedikit tergelincir dan ditutup ke posisi 3.571,03. Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,85 persen ke posisi 6.838,30.