3 Hoaks Seputar Perubahan Iklim yang Harus Anda Ketahui

Berikut kumpulan hoaks terkait dengan isu perubahan iklim

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiperbarui 12 September 2023, 11:07 WIB
Isu perubahan iklim kerap diikuti dengan hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan iklim menjadi hal yang harus dihindari untuk menjaga keberlangsungan mahluk hidup di bumi, namun isu tersebut kerap diikuti oleh hoaks yang dapat menyesatkan.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah mendapati hoaks yang terkait dengan isu perubahan iklim, mulai dari cara menghindarinya hingga teori yang membantah tentang perubahan iklim.

Berikut kumpulan hoaks terkait dengan isu perubahan iklim.

WEF Ingin Kotoran dan Urine Dijadikan Makanan untuk Hindari Perubahan Iklim

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) ingin kotoran dan urine dijadikan bahan makanan untuk selamatkan bumi dari perubahan iklim. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Agustus 2023.

Klaim WEF ingin kotoran dan urin dijadikan makanan untuk selamatkan bumi dari perubahan iklim menampilkan seorang sedang berbicara dengan narasi awal sebagai berikut.

"The world economic forum is recently launched a controversial new initiative that should have all of us up in arms. The WEF is now calling for all of us to eat human feces and drink urine if we want to be one of the lucky few to survive the great depopulation that they have planned."

Jika diterjemahkan sebagai berikut.

"Forum ekonomi dunia baru-baru ini meluncurkan inisiatif baru yang kontroversial yang seharusnya membuat kita semua angkat senjata. WEF kini menyerukan agar kita semua makan kotoran manusia dan minum air seni jika kita ingin menjadi salah satu dari sedikit orang yang beruntung bisa selamat dari depopulasi besar-besaran yang telah mereka rencanakan"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"World Economic Forum

ingin šŸ‘Øā€šŸ‘©ā€šŸ‘§ā€šŸ‘¦ makan šŸ’© dan minum air kencing untuk menyelamatkan bumi alias makanan ramah lingkungan yang "bernutrisi"šŸ¤„šŸ˜€ckckck .."

Benarkah klaim WEF ingin kotoran dan urine dijadikan makanan untuk selamatkan bumi dari perubahan iklim? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini....

Program Donasi Daging Manusia untuk Atasi Perubahan Iklim

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim program donasi daging manusia untuk mengatasi penyebab perubahan iklim. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Juni 2023.

Unggahan klaim program donasi daging manusia untuk mengatasi penyebab perubahan iklim tersebut berupa tulisan sebagai berikut.

"Selamat datang di Proyek Daging Manusia, kami adalah program donasi daging manusia. Dengan menyumbangkan tubuh untuk konsumsi manusia, kami mengambil tindakan untuk mengatasi kelebihan populasi, yang menyebabkan perubahan iklim dan efek rumah kaca yang disebabkan oleh peternakan massal hewan ternak untuk memberi makan dunia..😬

āš ļøIt's realāš ļøbewareāš ļø

Dengan mencantumkan situs humanmeatproject.com sebagai lembaga yang menjalankan program donasi daging manusia.

Benarkah klaim program donasi daging manusia untuk mengatasi penyebab perubahan iklim? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Es Kutub yang Mencair Tak Berpengaruh ke Volume Air

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim es kutub yang mencair tidak mempengaruhi ke volume air, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Agustus 2023.

Unggahan klaim es kutub yang mencair tidak mempengaruhi ke volume air menampilkan tangkapan layar sebuah unggahan akun Twitter yang menampilkan tulisan sebagai berikut.

"Pernah pesan Es Teh, lupa diminum?

Batu2 es nya mencair, kan?

Apakah lanyas airnya jd tambah banyak & tumpah?

Tidak, kan. Volume air nya tetap, tdak bikin air dlm es teh itu jadi lbh banyak.

Es yg mencair di Kutub, volume airnya tdk berubah sedikkitpun.Hanya beda bentuk."

Benarkah klaim es kutub mencair tidak mempengaruhi ke volume air? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam artikel berikut ini....

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat KanalĀ Cek Fakta Liputan6.comĀ pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018,Ā Cek Fakta Liputan6.comĀ bergabung dalamĀ International Fact Checking Network (IFCN)Ā dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatifĀ cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautanĀ berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya