Dito Ariotedjo Bicara soal Sanksi FIFA dan Posisi di RANS PIK Basketball Club

Dito Ariotedjo resmi menjadi menpora baru untuk gantikan Zainudin Amali yang fokus sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. Dito pun langsung bicara potensi sanksi FIFA.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 03 April 2023, 22:00 WIB
Menpora baru RI Dito Ariotedjo saat dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (3/4/2023) (Twitter/sekretariat negara)

Liputan6.com, Jakarta Dito Ariotedjo sudah resmi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora RI yang baru. Dia menggantikan Zainudin Amali yang memilih fokus untuk menjadi Wakil Ketua Umum PSSI.

Dito pun bicara soal nasib PSSI yang terancam dikucilkan oleh FIFA. Seperti diketahui, FIFA baru saja mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang harusnya berlangsung di 6 kota berbeda.

Namun pada 29 Maret lalu, FIFA memutuskan untuk mencoret Indonesia. Dalam penyataannya, FIFA juga mengungkapkan soal potensi sanksi yang mungkin didapatkan Indonesia.

Dito Ariotedjo juga mengaku sudah memperhatikan itu. Dia meyakini PSSI lewat Ketua Umum Erick Thohir sudah melakukan lobi-lobi agar Indonesia tidak terkena sanksi.

"Sepengetahuan say,a komunikasi dengan ketum pssi pak Erick Thohir sekarang lobi-lobi dan juga diskusi masih dijalankan. Yang pasti pemerintah dengan tupoksi dan kewenangannya akan selalu support dari apa yg dilakukan ketua umum pssi," katanya.

 


Posisi Dito Ariotedjo di RANS Basket

Menpora baru Dito Ariotedjo (kiri) dengan Presiden Jokowi (Foto: Instagram/ditoariotedjo)

Dito Ariotedjo juga bicara soal posisinya sebagai salah satu pemilik di RANS Basket bersama Raffi Ahmad.

"Mundur? Pasti lah. Kan otomatis sebagai menpora saya harus menaungi semua stakeholder. Jadi untuk tidak ada conflict of interest, saya pasti akan mundur. Per hari ini, sudah, sudah," katanya.

Dito juga menceritakan kembali bagaimana Presiden Jokowi meyakinkan dia agar mau jadi Menpora.

"Ya gak mungkin nolak juga mas, apalagi ini kan untuk merah putih ya, untuk bangsa dan negara dan hamdalah apa yang saya diberikan ini adalah jabatan kementerian pemuda dan olahraga. saya sendiri berusia 32 tahun lahir tahun 90 jadi saya masih generasi milenial. milenialnya bukan mentok, di tengah-tengah," kata Dito.

"Jadi ini merupakan representasi dari generasi milenial dan juga bisa dibilang gen z ya. Jadi ini merupakan kesempatan yang saya terima kasih kepada bapak presiden jokowi tapi ini merupakan beban yang berat bagi saya karena saya merupakan wakil dari generasi saya," dia menambahkan.

 


Dito Merasa Anak Muda Bisa Jadi Menpora

Dito Ariotedjo masih berusia 32 tahun saat dilantik Presiden Jokowi sebagai Menpora baru (twitter/Sekretariat Negara)

 

Dito juga menjawab anggapan dirinya terlalu muda untuk menjadi Menpora. Dia berjanji akan menjawab itu dengan kinerja yang lebih baik.

Lanjut Baca:

"Ya semua akan bisa dijawab dengan kinerja dan juga apa yang akan saya perbuat di kemenpora. jadi saya tidak akan menjawab dengan kata-kata tapi dengan aksi dan impact yang terjadi," katanya. "Rekan-rekan wartawan semoga butuh dukungan kawan-kawan wartawan dan media serta input-input. Yang pasti dengan saya yang masih muda ini ya gunakanlah saya sebagai media untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan rakyat muda. Waktu terlalu sempit? Semua yang disampaikan presiden kita sudah ada perencanaan. Jadi saya optimis," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya