Quraish Shihab: Perjalanan Hari-hari Bagaikan Pohon, Hasilnya Ditentukan Seberapa Taat Anda kepada Allah

Perjalanan hari-hari bagaikan pohon, bulan-bulan adalah cabang-cabangnya, hari-hari adalah dahan-dahannya, jam-jam adalah dedaunannya, sedangkan detik-detik adalah buahnya. Kalau napas-napasnya adalah ketaatan kepada Allah, maka buah pohon akan menjadi lezat.

oleh Fadjriah NurdiarsihDiterbitkan 27 Maret 2023, 15:40 WIB

Liputan6.com, Jakarta Saudara, perjalanan hari-hari bagaikan pohon, bulan-bulan adalah cabang-cabangnya, hari-hari adalah dahan-dahannya, jam-jam adalah dedaunnya, sedang detik-detik adalah buahnya. Kalau napas-napasnya adalah ketaatan kepada Allah, maka buah pohon akan menjadi lezat, sebaliknya kalau kemaksiatan, maka Anda mendapatkan sebaliknya.

Buah dipetik pada masa panen ketika itulah diketahui buah mana yang lezat, dan mana yang pahit. Keikhlasan pun diibaratkan dengan pohon, cabangnya adalah amal kebajikan, buahnya adalah ketenangan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Pohon itu di surga terus menerus berbuah dan selalu siap untuk dipetik. Mempersekutukan Allah, kebohongan, riya merupakan juga pohon di hati, buahnya di dunia adalah rasa takut, kegelisahan, dan kesempitan dada, sedang di akhirat adalah zaqqum, yakni pohon yang rupanya buruk, rasanya pahit dan baunya menyengat.

Karena itu, berbuatlah yang baik, agar Anda bisa memanen hasil yang baik di bulan Ramadan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya