Mercedes-Benz Terpaksa Recall SUV Mewahnya, Ini yang Jadi Masalahnya

Diinformasikan dari Carscoops, sebanyak 59.574 unit SUV GLS yang diproduksi dalam rentang waktu pada 2018 hingga 2022 harus segera dicek kembali oleh bengkel resmi karena kursi baris ketiga tidak bisa terkunci. Ini tentunya akan memberikan dampak yang buruk ketika model tersebut mengalami kecelakaan.

oleh Fahmi RizkiDiterbitkan 10 Oktober 2022, 10:01 WIB
Mercedes-Benz terpaksa recall SUV mewahnya karena masalah sepele (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Kampanye penarikan kembali terkait unit yang sudah diproduksi dan dikirim ke konsumen, terpaksa harus kembali dilakukan oleh Mercedes-Benz untuk model GLS. Hal ini dikarenakan ada sesuatu yang tidak bekerja sesuai prosedur, sehingga pabrikan merasa hal tersebut akan berdampak buruk bagi konsumen.

Diinformasikan dari Carscoops, sebanyak 59.574 unit SUV GLS yang diproduksi dalam rentang waktu pada 2018 hingga 2022 harus segera dicek kembali oleh bengkel resmi karena kursi baris ketiga tidak bisa terkunci. Ini tentunya akan memberikan dampak yang buruk ketika model tersebut mengalami kecelakaan.

Untuk pertama kalinya, masalah ini kembali ditemukan pada Februari 2022 lalu, di mana pemasok Mercedes-Benz, Brose North America, menemukan bahwa kursi baris ketiga ini mengalami mekanisme penguncian yang tidak sempurna dan diperkirakan ada masalah pada komponen pegasnya.

Setelah adanya laporan tersebut, pada April 2022 lalu, pabrikan akhirnya melakukan penyelidikan di mana mereka menemukan bahwa pegas di bagian tersebut mengalami masalah dan mengungkapkan bahwa akibat kerusakan komponen tersebut mengakibatkan kegagalan kunci sandaran kunci jika terjadi kecelakaan.

Dari sejumlah unit yang harus direcall tersebut, disebutkan beberapa model yang terdampak antara lain adalah Mercedes-Benz GLS450, Mercedes-Benz GLS580 dan Mercedes-Benz AMG GLS63.

Berkaca dari penarikan tersebut, pemasok Mercedes-Benz kini telah memperkenalkan sistem otomatis untuk memasukkan pegas dan langkah uji untuk meyakinkan di mana hal ini dilakukan untuk memberikan keselamatan kepada konsumen brand asal Jerman ini.

Nantinya, perusahaan akan mulai melakukan pengumuman kepada konsumen pada 29 November 2022 agar mereka bisa memeriksakan komponen yang bermasalah tersebut.

Skuter Listrik BMW CE 04 yang Baru Masuk Indonesia Kena Recall di Eropa

Skuter listrik BMW Motorrad CE 04 baru saja meluncur di pasar Indonesia. Namun, di Eropa sendiri, kuda besi ramah lingkungan asal Jerman ini justru terkena recall alias penarikan kembali untuk diperbaiki.

Disitat dari Rideapart, Minggu (9/10/2022), kampanye perbaikan ini ditenggarai karena masalah braket yang menghubungkan antara klakson dan sasis skuter listrik tersebut.

Secara detail, BMW menampatkan klakson di bawah bodywork front-end. Dengan begitu, jika braket klakson atau pengikatnya mengendur, komponen tersebut akan jatah langsu ke jalur roda depan. Akibatnya, maka akan terjadi penguncian kemudi saat berbelok ke kiri.

Namun, BMW Motorrad sendiri belum mengungkapkan bagaimana braket klakson pengganti atau posisi pemasangan baru untuk mengatasi masalah tersebut.

Tapi, pemilik motor listrik ini di Eropa harus menghubungi diler lokal, dan membuat janji untuk mengganti komponen tersebut dan perbaikan ini masih ditanggung garansi.

Di sisi lain, beberapa model dalam keluarga K 1600 juga menggunakan klakson yang sama dengan CE 04, termasuk K 1600 GT dan GTL (2011-2016). Di saat yang sama, model braket, pengikat, dan posisi pemasangan mungkin tidak menimbulkan masalah bagi keselamatan pengendara.

Infografis Pembentukan TGIPF dan Penyidikan Tragedi Kanjuruhan. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya