Aksi Solidaritas Komunitas Gusdurian Peduli untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Aksi Solidaritas untuk korban Tragedi Kanjuruhan ini masih dapat diakses hingga pertengahan Oktober ini melalui link berikut www.kitabisa.com/solidaritaskanjuruhan.

oleh Liputan6.com diperbarui 03 Okt 2022, 16:37 WIB
Pemain dan ofisial klub Arema FC berdoa dan menaburkan bunga untuk para korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang di Malang, Senin, 3 Oktober 2022. Aksi ini sebagai bentuk belasungkawa terhadap ratusan korban yang tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang kemarin. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Mojokerto - Komunitas Gusdurian Peduli menginisiasi penggalangan dana solidaritas untuk korban tragedi Kanjuruhan, Malang. Penggalangan dana melalui kitabisa.com mulai pukul 13.00 WIB, Minggu 2 Oktober 2022. Pada hari ini (3/10/2022) sudah terkumpul Rp134 juta.

Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 memicu duka mendalam bagi masyarakat Indonesia khususnya pecinta bola. Kejadian usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya ini telah merenggut 125 korban jiwa.

"Karena itulah kita membuka donasi ini, melihat jumlah korban yang begitu banyak ini menjadi satu bencana kemanusiaan," kata A'ak Abdullah Koordinator Gusdurian Peduli kepada Liputan6.com Minggu (2/10/2022).

Dia tidak menyangka respons yang diberikan masyarakat melalui galang dana ini setara dengan kejadian bencana Semeru lalu.

"Dalam konteks ini kita sedang melakukan itu, apa yang telah diteladankan oleh GusDur itu yang kita wujudukan dalam wujud kerja nyata," tambahnya.

Nantinya, dana yang sudah terkumpul akan disalurkan secara berkala kepada keluarga korban yang ditinggalkan dan membutuhkan bantuan ini. "Tentunya akan kita screening datanya, mana keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan ini dan penggalangan dana akan terus dibuka untuk menyaluran simpati dari masyarakat Indonesia melalui donasi ini,” katanya.

Aksi Solidaritas ini masih dapat diakses hingga pertengahan Oktober ini melalui link berikut www.kitabisa.com/solidaritaskanjuruhan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya