Aplikasi Game Buatan Anak Indonesia untuk Terapi Disleksia

Aplikasi yang satu ini dapat digunakan untuk membantu terapi para penyandang disleksia, dibuat dengan menggunakan perangkat game Microsoft Kinect.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Februari 2013, 15:09 WIB
Aplikasi yang satu ini dapat digunakan untuk membantu terapi para penyandang disleksia, dibuat dengan menggunakan perangkat game Microsoft Kinect. Aplikasi game ini dinamakan "Kinect-based Dyslexia Therapy".

Aplikasi "Kinect-based Dyslexia Therapy" adalah hasil karya enam mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim bernama "LexiPal". Terapi pengajaran melalui aplikasi game ini dibuat sesuai koridor penyelenggaraan terapi disleksia.

"Aplikasi tersebut membantu para siswa disleksia untuk memahami huruf dan melatih penggunaan otak kiri dan kanan dengan baik," papar Muhamad Risqi Utama Saputra, salah satu anggota tim pengembang aplikasi game tersebut.

Menurut Risqi, para penyandang disleksia umumnya kesulitan mengucapkan kata dan huruf dengan tepat. Namun bila anak dipaksa mengucapkan kata-kata setiap hari tentu ini akan membuat mereka bosan dan cenderung menjadi emosional dan malas. Karena itulah metode pengajaran dibuat berbeda yaitu dengan menggunakan konsol game.

Biaya yang dikeluarkan untuk membuat aplikasi ini sekitar Rp 2,5 juta. Mereka menggunakan aplikasi Kinect Windows Presentation dikombinasikan dengan konsol game Kinect Xbox.

Lewat aplikasi game itu, para penyandang disleksia dinilai akan lebih mudah dan senang dalam belajar. Salah satu contoh fitur yang ada pada aplikasi ini adalah "Spelling/Pronouncing Game". Di sini pemain akan didorong untuk untuk mengucapkan suatu huruf/kata yang sulit diucapkan, lalu aplikasi akan menganalisisnya dengan bantuan speech recognition pada Kinect.

Jika huruf atau kata berhasil diucapkan dengan benar, maka seekor kera dalam aplikasi akan memanjat naik menuju buah pisang dan aplikasi akan memberikan poin tertentu sebagai penghargaan atas keberhasilan itu. (ANT JOGJA/DEW)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya