Harga Emas Anjlok Jelang Pengumuman Kenaikan Bunga The Fed

Naiknya suku bunga AS mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 26 Juli 2022, 07:30 WIB
Emas batangan diperlihatkan petugas di kantor BNI Syariah, Jakarta, Senin (30/11). Harga jual-beli kembali (buyback) emas Antam turun Rp 1.000 usai akhir pekan kemarin naik di tengah turunnya harga emas global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas kembali tergelincir pada perdagangan Selasa tertekan kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS). Penurunan harga emas hari ini terjadi menjelang pengumuman dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengenai suku bunga.

The Fed beberapa kali telah memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga acuan secara agresif di kisaran 75 basis poin. Sejumlah analis pun memperkirakan bahwa the Fed akan kembali menaiikan suku bunga di akhir pekan ini.

Mengutip CNBC, Selasa (26/7/2022), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1.718,29 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,5 persen menjadi USD 1.718,20 per ounce.

Analis pasar senior RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan, faktor terbesar yang mempengaruhi harga emas adalah antisipasi pertemuan the Fed. Selain itu, pengumumkan angka PDB kuartal II AS pada hari Kamis juga kemungkinan menjadi pendorong yang signifikan.

"Biasanya, menjelang pengumuman The Fed, Anda akan melihat aksi jual pada logam mulai dan itu hal yang normal," kata dia.

Dalam jajak pendapat Reuters, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin lagi pada pertemuan 26-27 Juli. Langkah ini untuk memadamkan inflasi yang sangat tinggi karena kemungkinan resesi selama tahun depan naik menjadi 40 persen.

Naiknya suku bunga AS mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Harga emas tetap melemah pada perdagangan hari Senin meskipun ada kemunduran dalam indeks dolar, yang biasanya membuat emas batangan lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harga Emas Turun USD 1.700 per Once, Ini Biang Keroknya

Petugas menunjukan emas batangan di kantor BNI Syariah, Jakarta, Senin (30/11). Harga jual-beli kembali (buyback) emas Antam turun Rp 1.000 usai akhir pekan kemarin naik di tengah turunnya harga emas global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas turun tipis dan diperdagangkan tepat di atas level USD 1.700 per ounce pada pekan ini. Turunnya harga emas merupakan imbas dari penjualan rumah yang ada di Amerika Serikat (AS yang turun untuk bulan kelima berturut-turut, sebesar 5,4 persen pada bulan Juni.

Dikutip dari laman Kitco News, Minggu (24/7/2022), National Association of Realtors (NAR) menyatakan penjualan rumah yang ada turun ke tingkat penyesuaian musiman dan tahunan sebesar 5,12 juta unit bulan lalu, dibandingkan dengan tingkat tahunan Mei sebesar 5,41 juta rumah.

Proyeksi konsensus pasar menyerukan penjualan rumah yang ada turun menjadi 5,38 juta. Secara tahunan, penjualan Mei yang ada turun 14,2 persen.

Kepala ekonom NAR Lawrence Yun, menjelaskan, biaya perumahan yang tinggi sebagian menjadi penyebab penurunan bulanan.

"Turunnya keterjangkauan perumahan terus merugikan calon pembeli rumah. Baik tingkat hipotek dan harga rumah telah meningkat terlalu tajam dalam rentang waktu yang singkat,” kata Yun.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Persediaan

Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, (23/7/2020). Usai cetak rekor ke posisi termahalnya di Rp 982 ribu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Emas Antam) kembali turun Rp 5.000 menjadi Rp 977 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga rata-rata untuk semua tipe rumah adalah USD 416.000 di bulan Juni, naik 13,4 persen dari tahun lalu. Hal ini menandai kenaikan ke-124 bulan berturut-turut dari tahun ke tahun – rekor terpanjang dalam catatan.

Total persediaan berada di 1,26 juta unit, naik 2,4 persen dari total tahun lalu.

Disamping itu, harga emas turun tetapi sebagian besar tidak berubah setelah rilis data. Emas berjangka Comex Agustus terakhir diperdagangkan pada USD 1.706,80, turun 0,23 persen.

Infografis IMF Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Baik (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya